HOME  ⁄  Ekonomi

Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Stabil dan Defisit APBN Tetap Terkendali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Stabil dan Defisit APBN Tetap Terkendali
Foto: (Sumber: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri penyerahan pesawat tempur Rafale di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (19/5/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh..)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dengan defisit APBN yang masih terkendali di tengah kritik media asing The Economist terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Purbaya menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Ia menegaskan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada di kisaran 40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara Eropa yang tingkat utangnya mendekati 100 persen dari PDB.

"Mereka suruh lihat deh kebijakan-kebijakan negara Eropa berapa defisitnya, utangnya berapa. Itu mendekati 100 persen semua lho dari PDB. Kita masih 40 persen dari PDB. Kita masih bagus, harusnya The Economist muji kita," ujar Purbaya.

Defisit Fiskal Diklaim Tetap Aman

Purbaya mengatakan pemerintah masih mampu menjaga defisit fiskal di bawah tiga persen dari PDB sehingga kondisi ekonomi nasional dinilai tetap aman.

"Jadi, nggak ada masalah. Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan perhitungan matang terhadap berbagai program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut dia, pengalokasian anggaran dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu program pembangunan lain maupun stabilitas ekonomi nasional.

"Semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam," ungkapnya.

Kritik The Economist terhadap Kebijakan Pemerintah

Sebelumnya, media asal Inggris The Economist mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan demokrasi nasional.

Kritik tersebut mencakup besarnya belanja negara yang dianggap dapat membebani fiskal, risiko pelemahan disiplin fiskal akibat program prioritas pemerintah, hingga meningkatnya campur tangan negara dalam aktivitas ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah memastikan berbagai program prioritas tetap dijalankan dengan memperhatikan kondisi fiskal dan kesinambungan pembangunan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan