
Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 17 Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau setara 35,8 persen dari target penyaluran KUR tahun 2026.
Penyaluran KUR tersebut telah diberikan kepada sekitar 1,69 juta debitur di berbagai sektor usaha di Indonesia.
Dari total penerima KUR, sebanyak 511 ribu tercatat sebagai debitur graduasi.
Sementara jumlah debitur baru mencapai 1,14 juta atau sekitar 83 persen dari target penerima baru yang telah ditetapkan pemerintah.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penyaluran KUR ke sektor produksi menunjukkan tren yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Maman, capaian penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 63,5 persen dari target sebesar 65 persen.
“Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 60 persen,” ungkap Maman dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin.
Penyaluran Kredit UMKM Masih Perlu Ditingkatkan
Meski mengalami peningkatan, Maman menilai penyaluran kredit bagi sektor UMKM secara keseluruhan masih perlu terus didorong agar sesuai target nasional.
Maman menjelaskan pada 2025 total kredit yang disalurkan oleh bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta mencapai sekitar Rp8.149 triliun.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sebanyak 25 persen dari total kredit tersebut seharusnya dialokasikan untuk sektor UMKM.
Namun realisasi penyaluran kredit ke sektor UMKM baru mencapai 18,3 persen atau sekitar Rp1.500 triliun.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp270 triliun merupakan penyaluran KUR.
Sementara sekitar Rp1.200 triliun lainnya berasal dari kredit UMKM non-KUR.
“Ini yang terus kami dorong agar porsinya bisa meningkat sesuai target,” ujar Maman.
Program Kemitraan dan SAPA UMKM Terus Dikembangkan
Selain fokus pada pembiayaan, pemerintah juga memperkuat akses pasar dan kemitraan bagi pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan.
Dalam program kemitraan rantai pasok, Kementerian UMKM mencatat potensi transaksi mencapai Rp2,21 triliun.
Program tersebut melibatkan sekitar 804 UMKM dari berbagai sektor usaha.
Keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terus meningkat.
Maman melaporkan saat ini sekitar 57.600 UMKM telah terlibat sebagai pemasok dalam program MBG.
Di sisi lain, Kementerian UMKM tengah mengembangkan program SAPA UMKM untuk mengintegrasikan data dan layanan bagi pelaku usaha.
Program SAPA UMKM telah memasuki tahap uji coba di Bandung, Makassar, dan Bali dengan melibatkan sekitar 1.000 pelaku usaha mikro.
“Hasilnya cukup positif, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Evaluasi akan terus dilakukan agar layanan yang diberikan semakin optimal bagi UMKM,” kata Maman.
- Penulis :
- Shila Glorya





