HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah di Tengah Sikap Wait and See Pasar terhadap Arah Suku Bunga BI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Melemah di Tengah Sikap Wait and See Pasar terhadap Arah Suku Bunga BI
Foto: (Sumber : Warga mengamati grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui ponsel pintar di Jakarta, Senin (18/5/2026). IHSG ditutup anjlok 124,08 poin atau setara 1,85 persen ke level 6.599,24 pada pekan ketiga Mei 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

IHSG dibuka turun 0,03 poin atau 0,00 persen ke posisi 6.599,21.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,60 poin atau 0,09 persen ke level 650,49.

“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.400-6.700,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Selasa.

Pasar Menanti Keputusan BI-Rate

Ratna menjelaskan tekanan terhadap nilai tukar rupiah memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia berpeluang menaikkan BI-Rate dalam rapat dewan gubernur pekan ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya memprediksi rupiah akan mulai menguat pada Juli 2026 setelah mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan dolar AS pada April hingga Juni.

Kenaikan suku bunga dinilai dapat meningkatkan daya tarik investasi domestik bagi investor asing melalui imbal hasil instrumen investasi yang lebih tinggi.

Namun, langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan biaya pinjaman perusahaan dan menekan daya beli masyarakat.

Konflik Timur Tengah Pengaruhi Sentimen Global

Dari faktor eksternal, pasar juga mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunda serangan militer terhadap Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Selasa (19/5).

Ketidakpastian geopolitik mendorong kekhawatiran terhadap gejolak energi global dan potensi kenaikan inflasi yang dapat memicu bank sentral menaikkan suku bunga.

Harga minyak dunia tercatat menguat lebih dari dua persen meski serangan terhadap Iran ditunda.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level 4,601 persen dan harga emas spot menguat 0,2 persen.

Di pasar global, bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, sedangkan bursa Wall Street bergerak variatif.

Adapun bursa saham Asia pagi ini bergerak campuran dengan indeks Nikkei melemah, sementara Shanghai dan Strait Times menguat.

Penulis :
Ahmad Yusuf