
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Malaysia membahas penguatan ekosistem halal kawasan Asia Tenggara melalui gagasan pembentukan standar halal regional antara kedua negara.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mengatakan pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuannya dengan First Secretary of Religious Affairs Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Mohd Izwan Sharif.
“Pertemuan mendiskusikan agenda penguatan kerja sama halal regional, termasuk gagasan standar halal regional antara Indonesia dan Malaysia sebagai upaya memperkuat ekosistem halal kawasan,” kata Haikal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Harmonisasi Standar Halal Jadi Fokus Utama
Haikal menegaskan penguatan kerja sama halal kawasan menjadi langkah penting, termasuk harmonisasi standar laboratorium halal antara Indonesia dan Malaysia.
Menurut dia, harmonisasi tersebut terutama berkaitan dengan metode pengujian kandungan porcine pada produk pangan.
Ia menyebut penyamaan standar diperlukan untuk mencegah perbedaan hasil pengujian yang dapat berdampak terhadap industri dan perdagangan produk halal.
Selain itu, kedua negara juga membahas peluang keterlibatan negara lain di kawasan seperti Australia dan Selandia Baru dalam memperkuat ekosistem halal regional.
Malaysia Siapkan Pertemuan Lanjutan di Jakarta
Sementara itu, Mohd Izwan Sharif menyampaikan Timbalan Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Sharif mengatakan pihaknya telah menerima nota diplomatik terkait agenda pertemuan antara Ahmad Zahid Hamidi dan Kepala BPJPH selama kunjungan tersebut.
Ia berharap agenda pertemuan lanjutan terkait kerja sama halal regional dapat segera terlaksana.
Kerja sama Indonesia dan Malaysia di sektor halal dinilai strategis untuk memperkuat posisi kawasan ASEAN dalam industri halal global yang terus berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





