HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok 3,46 Persen Dipicu Rumor Badan Ekspor Komoditas dan Kekhawatiran Investor

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Anjlok 3,46 Persen Dipicu Rumor Badan Ekspor Komoditas dan Kekhawatiran Investor
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah tajam sebesar 228,56 poin atau 3,46 persen ke posisi 6.370,68 pada perdagangan Selasa sore di tengah kekhawatiran investor terhadap rumor pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis oleh pemerintah.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 16,27 poin atau 2,50 persen ke posisi 634,82.

IHSG sudah dibuka melemah sejak awal perdagangan dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh sektor mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.

Sektor barang baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 7,54 persen.

Sektor energi turun 6,89 persen.

Sektor transportasi dan logistik melemah 6,60 persen.

Rumor Badan Ekspor Picu Tekanan Jual

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan tekanan jual muncul setelah beredar rumor pemerintah akan mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus bentukan negara.

Komoditas strategis yang dirumorkan akan diatur meliputi batu bara, Crude Palm Oil atau CPO, hingga mineral logam.

Ratna mengatakan investor khawatir akan muncul pengendalian harga jual yang dapat menurunkan marjin laba perusahaan.

"Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan," ungkapnya.

Rumor tersebut juga dikaitkan dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR pada Rabu 20 Mei 2026.

Dalam rapat tersebut, Presiden dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF RAPBN 2027.

Penyampaian langsung KEM-PPKF oleh kepala negara disebut menjadi pertama kali dilakukan karena biasanya dipresentasikan Menteri Keuangan.

Pasar Tunggu Keputusan BI Rate

Pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu 20 Mei 2026.

Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.

Kenaikan suku bunga diperkirakan dilakukan untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah.

Pertumbuhan kredit pada April 2026 diperkirakan mencapai 9,7 persen secara tahunan atau year on year.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit Maret 2026 sebesar 9,49 persen year on year.

Saham yang mencatat penguatan terbesar yaitu LCKM, RELI, ASPR, UDNG, dan CINT.

Saham dengan pelemahan terbesar yaitu DSNG, ELPI, TAPG, ICON, dan DFAM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,8 juta kali transaksi.

Total saham yang diperdagangkan mencapai 46,07 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp25,80 triliun.

Sebanyak 112 saham menguat, 612 saham melemah, dan 94 saham tidak bergerak.

Bursa saham regional Asia bergerak bervariasi pada perdagangan sore hari.

Indeks Nikkei melemah 0,12 persen ke posisi 60.740,50.

Indeks Hang Seng menguat 0,48 persen ke posisi 25.797,85.

Indeks Shanghai menguat 0,92 persen ke posisi 4.169,54.

Indeks Straits Times naik 1,51 persen ke posisi 5.072,34.

Penulis :
Shila Glorya