
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu pagi berbalik menguat di tengah perhatian pelaku pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI.
IHSG pada pukul 09.45 WIB naik 54,58 poin atau 0,86 persen ke level 6.425,26 setelah sebelumnya dibuka melemah.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 9,07 poin atau 1,43 persen ke posisi 643,89.
“Secara teknikal, area 6.300 menjadi support psikologis yang sangat penting bagi IHSG. Jika level ini mampu dipertahankan, peluang rebound menuju area 6.500-6.535 masih terbuka,” kata analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana di Jakarta, Rabu.
Ia mengingatkan apabila level tersebut ditembus, maka risiko pelemahan lanjutan akan semakin besar karena pasar bisa memasuki fase krisis kepercayaan jangka pendek.
Pasar Tunggu Arah Kebijakan Pemerintah
Hendra menjelaskan perhatian investor saat ini tertuju pada pidato Presiden Prabowo terkait arah kebijakan fiskal dan strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pelaku pasar disebut menantikan penjelasan mengenai penguatan rupiah hingga langkah pemerintah merespons tekanan di pasar keuangan.
“Apabila pidato tersebut mampu memberikan kejelasan arah kebijakan, disiplin fiskal, serta sinyal keberpihakan terhadap stabilitas pasar dan dunia usaha, maka sentimen pasar berpotensi membaik dan IHSG memiliki peluang technical rebound,” ujarnya.
Namun, ia menilai tekanan pasar masih berpotensi berlanjut apabila investor belum melihat langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan.
“Pidato Presiden berpotensi menjadi salah satu momentum penting untuk menentukan apakah pasar mulai menemukan titik stabilisasi atau justru kembali kehilangan arah,” ucap Hendra.
Rupiah dan BI Jadi Sorotan Investor
Selain pidato Presiden, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang dinilai berpengaruh besar terhadap pasar saham domestik.
Menurut Hendra, pelemahan rupiah dapat meningkatkan tekanan inflasi impor, memperbesar beban utang luar negeri korporasi, serta menambah risiko fiskal pemerintah.
“Ketika rupiah terus melemah bersamaan dengan keluarnya dana asing dari pasar saham, maka tekanan terhadap IHSG biasanya akan menjadi lebih besar,” katanya.
Pelaku pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan BI-Rate di level 5,00 persen.
Dari sentimen global, pasar mulai membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi damai.
Langkah tersebut disebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia dan memicu penurunan harga minyak mentah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





