HOME  ⁄  Ekonomi

CORE Nilai Target Inflasi 2027 di Kisaran 1,5-3,5 Persen Masih Realistis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CORE Nilai Target Inflasi 2027 di Kisaran 1,5-3,5 Persen Masih Realistis
Foto: (Sumber : Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr..)

Pantau - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai proyeksi inflasi 2027 di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen yang tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 masih realistis untuk dicapai.

"Kalau proyeksi inflasi pada kisaran (range) 1,5 sampai 3,5 persen menurut saya masih lebih oke, masih lebih bisa dicapai. Mungkin lebih ke batas atas," ujar Faisal di Jakarta, Rabu.

Faisal mengatakan pencapaian target inflasi tersebut bergantung pada sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga barang serta daya beli masyarakat.

Kebijakan Subsidi Dinilai Bantu Kendalikan Inflasi

Menurut Faisal, tekanan inflasi global masih menjadi tantangan utama karena kenaikan harga barang berpotensi terus berlangsung hingga tahun depan.

Ia menyebut kebijakan pemerintah menahan harga BBM dan LPG bersubsidi menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

"Jadi kalau kemudian tahun depan arahnya sama, kemungkinan bisa terjadi bahwa inflasi itu di range demikian kecuali kalau ada perubahan arah kebijakan pemerintah," ungkapnya.

Faisal juga menilai inflasi saat ini memang lebih tinggi dibanding beberapa tahun sebelumnya, namun masih berada dalam target Bank Indonesia.

El Nino dan Harga Pangan Jadi Tantangan

CORE mengingatkan pemerintah perlu mengantisipasi sejumlah faktor yang dapat memicu kenaikan inflasi pada 2027, termasuk fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pertanian dan mendorong kenaikan harga pangan.

Dalam KEM-PPKF RAPBN 2027, pemerintah menargetkan inflasi berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen untuk menjaga stabilitas daya beli dan nilai tukar rupiah.

Pemerintah juga memproyeksikan kurs rupiah berada di level Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS serta pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan target tersebut diarahkan untuk menekan angka kemiskinan menjadi 6,0 hingga 6,5 persen dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen.

Penulis :
Aditya Yohan