
Pantau - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR RI menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah menghadapi tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah.
Iwan mengatakan penyampaian langsung KEM-PPKF oleh Presiden dalam rapat paripurna DPR merupakan momentum langka karena biasanya agenda tersebut diwakili menteri terkait.
"Menurut saya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI adalah momentum langka dan bersejarah. Biasanya selama ini diwakili oleh menteri terkait," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Ia menilai langkah tersebut menunjukkan Presiden ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap remeh kondisi ekonomi nasional yang terdampak dinamika global.
Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan Pemerintah
Iwan menyebut perhatian pemerintah terhadap stabilitas ekonomi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.
"Tetapi bagi saya, ini menandakan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar dan sangat serius terkait situasi ekonomi dan keuangan negeri ini," katanya.
Menurut dia, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Terutama, Presiden sangat concern terhadap menurunnya nilai rupiah terhadap dolar AS. Prabowo juga ingin menegaskan bahwa dirinya dan jajaran pemerintahannya tidak menganggap remeh situasi ekonomi Indonesia yang tertekan karena situasi global saat ini," ujarnya.
Pemerintah Diminta Jaga Optimisme Investor
Iwan mengatakan pemerintah perlu menyampaikan arah kebijakan ekonomi secara jelas agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat maupun dunia usaha.
"Namun demikian, Presiden wajib menenangkan dan memberikan optimisme kepada rakyat dan semua pihak," kata Iwan.
Ia berharap penyampaian langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
"Kita berharap pemerintah segera bisa mengatasi masalah menurunnya nilai rupiah ini, dan semoga apa yang disampaikan Presiden bisa mengembalikan kepercayaan investor dan menanamkan modalnya di Indonesia," ujar Iwan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





