HOME  ⁄  Ekonomi

Telkom Bakal Tutup 10 Anak Usaha pada Juni 2026, Danantara Targetkan Tinggal 22 Entitas

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Telkom Bakal Tutup 10 Anak Usaha pada Juni 2026, Danantara Targetkan Tinggal 22 Entitas
Foto: Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji memberikan pernyataan kepada awak media di Jakarta, Rabu 20/5/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - PT Telkom Indonesia menyatakan Danantara Indonesia meminta perusahaan memangkas jumlah anak usaha dengan menutup 10 entitas terlebih dahulu pada akhir Juni 2026 sebagai bagian dari agenda transformasi dan perampingan bisnis.

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan proses penutupan 10 anak perusahaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.

“Penutupan 10 anak perusahaan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026,” ungkap Seno Soemadji.

Saat ini Telkom tercatat memiliki total 67 anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini bisnis.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 anak perusahaan akan dipangkas lebih dulu sebagai tahap awal restrukturisasi perusahaan.

Fokus Pangkas Bisnis yang Tumpang Tindih

Telkom menyebut proses evaluasi dilakukan terhadap anak perusahaan yang memiliki lini bisnis serupa atau saling tumpang tindih.

Fokus utama perampingan diarahkan pada entitas yang bergerak di bidang yang sama dan dinilai mengalami overlap bisnis.

Selain mempertimbangkan kesamaan lini usaha, Telkom juga menilai performa sejumlah anak perusahaan yang dianggap kurang optimal dalam dua tahun terakhir.

Namun, perusahaan belum mengungkap daftar anak usaha yang akan ditutup karena masih mempertimbangkan sensitivitas informasi serta pendekatan internal perusahaan.

Secara keseluruhan, Danantara meminta Telkom memangkas jumlah anak perusahaan dari sekitar 60 entitas menjadi hanya 22 entitas.

Transformasi dan Penguatan Tata Kelola

Telkom menegaskan proses perampingan dilakukan secara bertahap agar tata kelola perusahaan tetap berjalan dengan baik.

Perusahaan juga memastikan proses transformasi dilakukan dengan memperhatikan governance process, hipotesa bisnis, serta tahapan transformasi yang tepat.

Langkah perampingan tersebut disebut menjadi bagian dari agenda transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis utama Telkom.

Selain itu, Telkom tengah melakukan penataan portofolio bisnis guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan.

Penataan portofolio juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan secara menyeluruh.

Dalam proses transformasi tersebut, Telkom memperkuat peran sebagai strategic holding atau induk usaha strategis.

Sementara itu, operasional bisnis ke depan akan lebih banyak dijalankan oleh operating company yang menjadi penggerak utama di masing-masing lini usaha.

Penulis :
Arian Mesa