
Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam implementasi tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pihaknya memahami langkah pemerintah dalam memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
“Kadin siap menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan pelaksanaan kebijakan ini agar tujuannya tercapai, yaitu meningkatkan penerimaan negara, menjaga devisa, memperbaiki tata kelola, sekaligus memastikan dunia usaha tetap dapat bergerak dengan baik,” ujar Anindya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5).
Kadin Apresiasi Pidato Presiden Prabowo
Pernyataan tersebut disampaikan Kadin sebagai bentuk apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada Rabu (20/5).
Kadin menilai pidato Presiden memberikan arah jelas terkait pembangunan ekonomi nasional, penguatan fiskal, industrialisasi, tata kelola sumber daya alam, hingga perlindungan terhadap dunia usaha.
“Kadin mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto. Pesan Presiden sangat jelas: negara harus hadir, ekonomi harus berpihak kepada rakyat, tetapi dunia usaha juga harus diberi ruang yang sehat untuk tumbuh, berinvestasi, dan menciptakan lapangan kerja,” ungkap Anindya.
Menurut Anindya, penguatan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan praktik yang merugikan dunia usaha menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kadin mendukung penuh upaya Presiden memperbaiki iklim investasi, memperbaiki governance, dan memberantas korupsi. Dunia usaha membutuhkan aturan yang jelas, adil, dan tidak diskriminatif,” tegasnya.
Ia juga menyoroti praktik pungutan liar, perizinan berbelit, penyelundupan, hingga under-invoicing yang dinilai merugikan negara dan pelaku usaha yang taat aturan.
Dukung Hilirisasi dan Industri Nasional
Kadin menilai penguatan sektor industri dan hilirisasi menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk negara lain.
Anindya mengatakan dunia usaha siap mendukung penguatan manufaktur nasional, pengembangan kewirausahaan muda, pembiayaan UMKM, hingga program substitusi impor.
Selain itu, Kadin juga menyatakan siap mendukung program prioritas pemerintah seperti hilirisasi sumber daya alam, ketahanan pangan, pembangunan desa nelayan, penguatan energi domestik, hingga program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Kadin, berbagai program tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik dan melibatkan pelaku usaha nasional.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta.
“Penerbitan peraturan pemerintah ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam kita,” kata Prabowo.
Dalam aturan terbaru tersebut, pemerintah menetapkan BUMN sebagai eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Aditya Yohan





