HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Tahap Awal PLTS 17 GW untuk Percepat Transisi Energi Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Tahap Awal PLTS 17 GW untuk Percepat Transisi Energi Nasional
Foto: Petugas melakukan perawatan panel surya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu 2026 hingga 2028 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi energi (sumber: ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian)

Pantau - Pemerintah menyiapkan tahap awal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS sebesar 17 gigawatt sebagai bagian dari proyek PLTS 100 GW guna mendukung transisi energi nasional dan memperkuat ketahanan energi.

Staf Ahli Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Perencanaan Strategis, Jisman P Hutajulu, mengatakan tahap awal pengembangan 17 GW membuka peluang besar bagi pelaku usaha nasional untuk terlibat dalam proyek energi bersih berskala besar.

“Pengusaha nasional termasuk Hipmi memiliki peluang untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan PLTS ini,” ungkap Jisman.

Jisman menyebut pembangunan PLTS relatif lebih sederhana dibandingkan pembangkit listrik jenis lain sehingga target awal sebesar 17 GW dinilai realistis untuk direalisasikan pemerintah.

Menurut dia, teknologi PLTS tidak terlalu kompleks sehingga proses pengembangan dapat dilakukan lebih cepat dibanding proyek pembangkit konvensional lainnya.

Skema Pengembangan PLTS Nasional

Pemerintah menargetkan total pengembangan PLTS mencapai sekitar 100,7 gigawatt peak atau GWp yang akan dikombinasikan dengan battery energy storage system atau BESS sebesar 145,8 gigawatt hour atau GWh.

Program tersebut dibagi ke dalam dua skema utama yakni PLTS skala besar yang terhubung dengan jaringan listrik nasional dan PLTS skala kecil terdistribusi untuk wilayah terpencil serta desa.

Untuk PLTS skala besar, kapasitas yang disiapkan mencapai sekitar 87,5 GWp dengan dukungan BESS sebesar 111 GWh.

Sementara itu, PLTS terdistribusi ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 13,2 GWp dan akan didukung BESS sebesar 34,8 GWh.

Pengembangan PLTS skala besar disebut tidak hanya mendukung target bauran energi nasional tetapi juga membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi bersih.

Investasi dan Target Ambisius Pemerintah

Dari sisi keekonomian, tarif listrik PLTS skala besar diperkirakan berada di kisaran 5,5 hingga 25 sen dolar AS per kWh tergantung kapasitas sistem penyimpanan energi yang digunakan.

Sementara tarif listrik PLTS skala kecil diperkirakan berkisar antara 9 hingga 40 sen dolar AS per kWh.

Pemerintah memperkirakan proyek PLTS 100 GW membutuhkan investasi sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan PLTS 100 GW dapat terealisasi dalam periode 2026 hingga 2028.

Target tersebut dinilai sangat ambisius mengingat kapasitas terpasang PLTS di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 1,5 GW.

Penulis :
Leon Weldrick