HOME  ⁄  Ekonomi

SKK Migas Catat Produksi Sumur Rakyat Capai Rata-rata 400 Barel per Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

SKK Migas Catat Produksi Sumur Rakyat Capai Rata-rata 400 Barel per Hari
Foto: (Sumber : Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela IPA Convex, Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri..)

Pantau - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mencatat rata-rata produksi dari sumur rakyat yang telah mengantongi izin mencapai hampir 400 barel minyak per hari.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan capaian tersebut berasal dari sejumlah daerah dengan tingkat produksi yang berbeda-beda.

“Kalau seluruhnya, rata-ratanya sekarang sudah hampir 400 barel,” ujar Djoko saat ditemui di sela-sela IPA Convex di Tangerang, Banten, Rabu (20/5) malam.

Djoko mengungkapkan produksi tertinggi saat ini berasal dari sumur rakyat di Jambi dengan produksi puncak mencapai sekitar 2.700 barel minyak.

“Beda-beda (produksinya) per hari. Minimal itu sekitar setiap pengiriman itu sekitar 200 barel. Rata-rata (Jambi), ya,” ungkapnya.

Produksi Diprediksi Terus Meningkat

Djoko menjelaskan produksi sumur rakyat masih berpotensi meningkat karena sejumlah sumur masih dalam tahap uji coba, termasuk pemeriksaan kadar air minyak.

“(Produksinya) akan terus meningkat. Kan uji coba dulu, dites dulu kadar airnya gimana,” kata Djoko.

Produksi sumur rakyat tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur kerja sama pengelolaan wilayah kerja migas untuk meningkatkan produksi melalui reaktivasi sumur tua dan legalisasi sumur masyarakat.

Hasil produksi minyak dari sumur rakyat nantinya dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS seperti Pertamina dan MedcoEnergi dengan harga 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Djoko mengatakan MedcoEnergi saat ini masih membatasi penyerapan produksi sumur rakyat di angka 500 barel per hari karena fasilitas pendukung masih disiapkan.

“Medco tuh kan ada. Itu saat ini dibatasi, baru 500 barel per hari. Karena fasilitasnya sedang disiapkan,” ujarnya.

Bahlil Minta Pertamina Percepat Penyerapan Minyak

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah ingin menghadirkan pemerataan di sektor hulu migas melalui aturan baru tersebut.

Bahlil meminta perusahaan KKKS yang telah ditunjuk pemerintah segera menyerap hasil produksi minyak dari kelompok koperasi dan UMKM pengelola sumur rakyat.

“Masyarakat juga sekarang sudah bisa mengambil hasil bumi, minyak, dengan baik. Tolong, yang sudah dikasih tunjuk itu tolong diambil minyaknya. Cepat,” tegas Bahlil.

Ia juga meminta Pertamina mempercepat proses penyerapan minyak dari sumur rakyat agar program pemerintah dapat berjalan optimal.

“Tolong dipercepat, Pertamina. Jangan kalian pikir bahwa UMKM, terus bisa buat lambat-lambat. Saya sampaikan equal treatment,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, keberpihakan terhadap BUMN memang penting, namun kepentingan negara tetap harus menjadi prioritas utama.

Penulis :
Aditya Yohan