
Pantau - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan kesiapan dalam menangani dan mengantisipasi gangguan sinyal GPS atau navigasi pada pesawat udara demi menjaga keselamatan penerbangan nasional.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan gangguan tersebut dikenal dalam dunia penerbangan internasional sebagai Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI).
“Penanganan GNSS RFI merupakan salah satu agenda keselamatan global yang dicanangkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization). Terkait ini, AirNav Indonesia telah melakukan antisipasi melalui penerapan prosedur standar yang komprehensif,” ujar Avirianto dalam keterangan resmi yang diterima di Tangerang, Kamis.
Ia menjelaskan sistem navigasi pesawat modern mengandalkan GNSS yang bekerja dengan menerima sinyal dari satelit yang mengorbit bumi.
AirNav Terapkan Sistem Navigasi Berlapis
Menurut Avirianto, akurasi dan integritas sinyal navigasi diperkuat melalui sistem augmentasi berbasis pesawat, darat, dan satelit.
Sistem tersebut meliputi Aircraft-Based Augmentation System (ABAS), Ground-Based Augmentation System (GBAS), dan Satellite-Based Augmentation System (SBAS).
Ia menyebut sinyal satelit yang diterima di permukaan bumi bekerja pada level daya rendah sehingga diperlukan teknologi berlapis untuk menjaga akurasi navigasi dalam berbagai kondisi.
“Sinyal satelit yang sampai ke permukaan bumi bekerja pada level daya yang rendah, sehingga sistem ini dirancang berlapis dengan memanfaatkan teknologi augmentasi untuk menjaga akurasi dan integritasnya dalam berbagai kondisi di lapangan,” katanya.
Gangguan Frekuensi Radio Jadi Perhatian Keselamatan Global
AirNav menjelaskan gangguan frekuensi radio dari berbagai sumber terhadap sinyal satelit menjadi perhatian serius dalam dunia penerbangan internasional.
“Gangguan frekuensi radio dari berbagai sumber terhadap sinyal inilah yang secara teknis disebut GNSS RFI,” ungkap Avirianto.
AirNav memastikan seluruh prosedur keselamatan dan mitigasi terus diperkuat agar operasional penerbangan tetap aman dan tidak terganggu akibat gangguan navigasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





