
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah tajam sebesar 223,56 poin atau 3,54 persen ke posisi 6.094,94 pada perdagangan Kamis sore di tengah tekanan kuat pada saham sektor barang baku dan energi.
Indeks LQ45 turut terkoreksi 14,28 poin atau 2,26 persen ke posisi 616,40.
Pelemahan IHSG dipicu sentimen negatif terkait rencana pemerintah melakukan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui badan usaha milik negara atau BUMN.
Fixed Income and Macro Strategist PT Mega Capital Indonesia Lionel Priyadi mengatakan pasar merespons negatif rencana penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
“Kebijakan tersebut dianggap berpotensi merugikan perusahaan maupun pemegang saham,” ungkap Lionel Priyadi.
Sentimen BUMN Ekspor Tekan Pasar
Rencana regulasi tersebut mencakup pengaturan mengenai BUMN sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas strategis nasional.
Pasar juga merespons pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI yang berada langsung di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara.
PT DSI memiliki tugas memperkuat tata kelola ekspor sejumlah komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit atau CPO, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.
Salah satu alasan pembentukan BUMN khusus ekspor itu adalah dugaan praktik kurang bayar atau underinvoicing ekspor komoditas.
Dugaan praktik underinvoicing tersebut disebut merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun.
Lionel Priyadi menyebut sentimen negatif berasal dari investor domestik maupun investor asing yang khawatir terhadap dampak kebijakan terhadap kinerja emiten.
Seluruh Sektor Bursa Terkoreksi
IHSG dibuka langsung melemah sejak awal perdagangan dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami koreksi pada perdagangan Kamis.
Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 6,96 persen.
Sektor energi turun 6,74 persen.
Sektor barang konsumen non primer ikut melemah 5,70 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yakni SOTS, BOBA, ENAK, APLI, dan KOBX.
Sementara saham dengan pelemahan terbesar yaitu BUKK, IRSX, ENRG, POLU, dan RAJA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.145.783 kali transaksi.
Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 35,77 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp18,49 triliun.
Sebanyak 88 saham mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 663 saham mengalami penurunan harga.
Sebanyak 69 saham tidak mengalami perubahan harga.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 1.853,59 poin atau 3,10 persen ke posisi 61.658,00.
Indeks Shanghai Composite melemah 84,91 poin atau 2,04 persen ke posisi 4.007,28.
Indeks Hang Seng turun 264,60 poin atau 1,03 persen ke posisi 25.386,52.
Indeks Straits Times Index menguat 0,80 poin atau 0,02 persen ke posisi 5.045,71.
- Penulis :
- Shila Glorya





