
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pagi menjadi Rp17.677 per dolar AS.
Pelemahan rupiah tercatat sebesar 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.667 per dolar AS.
Pergerakan kurs rupiah tersebut terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global dan sentimen terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan Pasar
Nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir terus mengalami tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve.
Sebelumnya, sejumlah analis menyebut sentimen negatif dari risalah Federal Open Market Committee (FOMC) turut memengaruhi pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, tingginya harga minyak dunia dan arus modal asing juga disebut menjadi faktor yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan domestik.
Pemerintah dan BI Terus Jaga Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia sebelumnya menyatakan terus memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen moneter.
Pemerintah juga mendorong penguatan pasar valuta asing dan ekspor nasional untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah tekanan global.
Di sisi lain, pelaku usaha dan UMKM didorong memanfaatkan momentum pelemahan rupiah untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





