HOME  ⁄  Ekonomi

Rosan Roeslani Ungkap Alasan Penunjukan Luke Mahony sebagai Dirut DSI Danantara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rosan Roeslani Ungkap Alasan Penunjukan Luke Mahony sebagai Dirut DSI Danantara
Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (sumber: ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut rekam jejak Luke Thomas Mahony menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukannya sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau DSI.

Rosan menyampaikan pernyataan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat.

Rosan mengatakan, "Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track record-nya juga."

Pengalaman di Sektor Mineral Jadi Pertimbangan

Rosan menilai Luke memiliki pengalaman kuat di sektor mineral dan perdagangan atau trading.

Luke juga disebut pernah memimpin sejumlah perusahaan di bidang mineral selama karier profesionalnya.

Rosan mengatakan, "Yang paling penting justru pengalaman trading-nya ada, mineralnya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral dan network-nya juga baik, dan yang paling penting juga kita lihat selama ini di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik."

Selain pengalaman profesional, Rosan menilai Luke memiliki jaringan yang luas dan menunjukkan kinerja yang baik selama bergabung di Danantara Indonesia.

Pengalaman Luke di perusahaan multinasional, termasuk di PT Vale Indonesia, turut menjadi faktor dalam penunjukannya sebagai Dirut DSI.

Rosan mengatakan, "Dia pun bisa bahasa Indonesia juga dan memang istrinya orang Indonesia."

Luke Thomas Mahony diketahui merupakan warga negara Australia yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.

Selain itu, Luke juga menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.

Penunjukan Dirut DSI Sejalan Kebijakan Ekspor SDA

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2026 mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.

Dalam aturan baru tersebut, pemerintah menetapkan BUMN sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas sumber daya alam strategis.

Komoditas yang masuk dalam kebijakan itu meliputi minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.

Prabowo mengatakan, “Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal.”

Penulis :
Arian Mesa