HOME  ⁄  Ekonomi

PNM Dorong Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Program Mekaarpreneur

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PNM Dorong Pengusaha Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Program Mekaarpreneur
Foto: Yuliana Dewi Putri, pelaku usaha produk minuman kesehatan bermerek Herbal Dewi Poetri, yang merupakan salah satu nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang merasakan manfaat program Mekaarpreneur (sumber: PNM)

Pantau - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Program Mekaarpreneur memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses jejaring kepada pelaku usaha ultra mikro untuk membantu pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga proses pengembangan kapasitas usaha bagi para nasabah.

"Program ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan, tetapi juga tentang bagaimana pengusaha ultra mikro didampingi untuk naik kelas melalui proses inkubasi bisnis yang lebih terarah," ungkap Dodot.

Pelatihan dan Pendampingan Usaha

Program Mekaarpreneur mencakup berbagai pelatihan dan pengembangan usaha yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha ultra mikro.

Materi yang diberikan dalam program tersebut meliputi penguatan mental usaha, pengembangan produk, branding, pemasaran digital, hingga cara melihat peluang pasar yang lebih luas.

PNM menilai pencapaian nasabah dalam program Mekaarpreneur tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga perubahan pola pikir dalam menjalankan usaha.

Melalui program tersebut, para nasabah belajar mempresentasikan usaha, memahami strategi bisnis, membangun branding, serta berinteraksi dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih profesional.

PNM menilai pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro dapat memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan hanya pembiayaan semata.

Kehadiran ruang belajar dan jejaring dinilai memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Tantangan Pelaku Usaha Ultra Mikro

PNM menyebut tantangan yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro tidak hanya terkait keterbatasan modal usaha.

Pelaku usaha juga masih menghadapi kendala literasi bisnis, akses pasar, pengelolaan keuangan, kemampuan mengemas produk, hingga pemasaran agar produk memiliki nilai tambah.

Karena itu, PNM menilai pendekatan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan usaha nasabah.

PNM menjadikan pembiayaan sebagai pintu masuk, sementara pelatihan, mentoring, dan jejaring menjadi upaya menjaga keberlanjutan usaha para nasabah.

Salah satu nasabah yang merasakan manfaat program tersebut adalah Yuliana Dewi Putri, pelaku usaha minuman kesehatan bermerek Herbal Dewi Poetri.

Setelah mengikuti pelatihan dan inkubasi Mekaarpreneur, Yuliana berhasil menjadi juara pertama di wilayah Bekasi-Jakarta.

"Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya 'share' ke anggota kelompok," ujar Yuliana.

Penulis :
Arian Mesa