
Pantau - Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta hasil kebun dan tangkapan ikan masyarakat lokal dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Supiori.
“Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan menjadi langkah strategis agar Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, khususnya bagi petani dan nelayan,” ungkap Matius D Fakhiri di Jayapura, Sabtu.
Supiori Disiapkan Jadi Percontohan Dapur MBG
Pernyataan itu disampaikan saat Gubernur Papua meninjau pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Supiori pada Jumat lalu.
Matius mengapresiasi kualitas pembangunan dapur SPPG di Supiori yang dinilai menggunakan konstruksi permanen dan lebih baik dibanding sejumlah daerah lain di Papua.
Ia berharap Supiori dapat menjadi pilot project atau daerah percontohan pembangunan dapur MBG di Papua.
“Dengan kesiapan infrastruktur yang terus dipacu, pemerintah berharap Program MBG di Supiori dapat berjalan optimal dan menjadi model pengembangan pelayanan gizi terpadu di daerah lain di Papua,” katanya.
Sembilan Titik SPPG Berada di Wilayah 3T
Gubernur Papua menjelaskan saat ini terdapat 12 titik SPPG di Kabupaten Supiori.
Dari jumlah tersebut, sembilan titik berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Sebanyak lima titik SPPG disebut telah rampung 100 persen.
Sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian sekitar 60 hingga 70 persen dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Juli 2026.
Matius menegaskan pemanfaatan hasil pertanian dan perikanan lokal diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah sekaligus memperkuat keberlanjutan Program MBG di Papua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





