
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan tambak udang dan ikan produktif untuk memperkuat swasembada protein nasional.
“Hasil panen udang dari kawasan akan diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagai bagian dari penguatan swasembada protein,” kata Zulkifli Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5).
Presiden Prabowo sebelumnya meninjau panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Presiden juga ikut menarik jaring saat proses panen udang berlangsung.
Tambak Udang Jadi Andalan Ketahanan Pangan
Pemerintah menempatkan panen raya udang di Kebumen sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan protein masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor.
Selain tambak di Kebumen, pemerintah mendorong pembangunan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo seluas 200 hektare.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan tambak ikan di kawasan pantai utara Jawa Barat seluas 14.000 hektare.
Tambak udang di Desa Tegal Retno, Kebumen, memiliki luas 65 hektare dengan 206 petak kolam dan dikelola oleh Badan Layanan Umum Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Produksi Udang Ditargetkan Tembus 1.920 Ton per Tahun
Zulkifli Hasan menyebut setiap hektare tambak ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang.
Dengan harga sekitar Rp70 ribu per kilogram, kawasan tambak tersebut diproyeksikan menghasilkan 960 ton udang per siklus atau sekitar 1.920 ton per tahun.
"Nilai produksi tambak tersebut mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau Rp134,4 miliar per tahun, menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal," ujar Zulhas.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 6,27 miliar dolar AS dengan komoditas udang menyumbang sekitar 1,87 miliar dolar AS atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional.
Pemerintah menilai sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penopang penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan devisa negara.
Zulhas menilai penguatan swasembada protein juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat penurunan stunting.
- Penulis :
- Aditya Yohan





