HOME  ⁄  Ekonomi

ASAKI Yakin Utilisasi Industri Keramik Nasional 2026 Capai 75 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ASAKI Yakin Utilisasi Industri Keramik Nasional 2026 Capai 75 Persen
Foto: (Sumber : Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto (tengah) dalam konferensi pers Indonesia’s Integrated Building, Design and Property Expo di Jakarta, Senin (25/5/2026). (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan).)

Pantau - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia atau ASAKI meyakini utilisasi industri keramik nasional pada 2026 dapat mencapai 75 persen seiring tren pemulihan industri di tengah dinamika global.

Target Utilisasi Direvisi Jadi 73-75 Persen

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto mengatakan target utilisasi industri keramik direvisi dari sebelumnya 80 persen menjadi sekitar 73 hingga 75 persen.

"Kita masih bisa mengejar target, kami sudah merevisi. Target awal 80 persen tingkat utilisasi. Namun yang terbaru ini kami merevisi target utilisasi 2026 73 sampai 75 persen," kata Edy dalam konferensi pers Indonesia’s Integrated Building, Design and Property Expo di Jakarta, Senin.

Edy menjelaskan utilisasi industri keramik nasional sempat mencapai level tertinggi pada 2021 dengan kisaran 75 persen.

Namun, kondisi tersebut menurun hingga mencapai titik terendah pada 2024 di level 66 persen sebelum mulai membaik pada 2025.

Berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, utilisasi industri keramik nasional tercatat telah mencapai 72 persen.

Industri Keramik Nasional Terus Tambah Kapasitas

Edy mengatakan segmen keramik menengah atas mengalami peningkatan signifikan dari 23 persen pada 2020 menjadi 33 persen pada 2026 seiring ekspansi pabrik.

Selain peningkatan kualitas produk, industri keramik nasional juga terus melakukan ekspansi kapasitas produksi.

Sepanjang 2020 hingga 2024, industri telah menambah kapasitas sekitar 73 juta meter persegi.

Sementara pada periode 2025 hingga 2029 direncanakan tambahan ekspansi sekitar 90 juta meter persegi.

Dengan total tambahan kapasitas hampir 165 juta meter persegi, Edy menilai industri keramik dalam negeri sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik tanpa bergantung pada impor.

Ia juga menyebut kualitas produk keramik nasional kini telah setara dengan negara-negara produsen besar dunia.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mencatat kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun dengan tingkat utilisasi diperkirakan mencapai 73 persen pada 2025.

Kemenperin juga terus memperkuat daya saing industri keramik melalui penerapan industri hijau, transformasi industri 4.0, peningkatan TKDN, hingga modernisasi pabrik berbasis teknologi digital.

Penulis :
Aditya Yohan