HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenkeu Sebut Lelang Jadi Instrumen Adaptif untuk Dorong Perekonomian Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenkeu Sebut Lelang Jadi Instrumen Adaptif untuk Dorong Perekonomian Nasional
Foto: (Sumber : Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Syukriah HG menyampaikan pidato di Jakarta, Senin (25/5/2026). (ANTARA/Aji Cakti).)

Pantau - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyebut lelang menjadi instrumen ekonomi yang adaptif, transparan, dan relevan dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

DJKN Perkuat Digitalisasi Layanan Lelang

Direktur Lelang DJKN Kementerian Keuangan Syukriah HG mengatakan pemerintah terus melakukan penyempurnaan layanan lelang melalui digitalisasi aplikasi dan sistem layanan.

“Dengan strategi publikasi dan pemasaran yang semakin kolaboratif, kami optimis bahwa lelang akan semakin diminati dan menjadi alternatif transaksi yang bernilai bagi masyarakat umum,” kata Syukriah di Jakarta, Senin.

Menurut dia, transformasi digital dilakukan agar proses lelang menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Syukriah menilai keberhasilan pelaksanaan lelang sangat bergantung pada kualitas persiapan dan koordinasi antar pemangku kepentingan.

“Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,” ujarnya.

BTN Siapkan 10 Ribu Rumah Second untuk Lelang

Dalam kesempatan tersebut, BTN menyiapkan sekitar 10.000 hunian bekas atau second untuk dipasarkan melalui program Lelang Akbar BTN 2026.

BTN menawarkan properti dengan harga kompetitif hingga 40 persen di bawah harga pasar guna memperluas akses masyarakat memiliki hunian maupun investasi properti.

Selain itu, BTN juga menyediakan skema pembiayaan rumah second dengan bunga mulai 5 persen untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.

“Melalui kegiatan ini, teman-teman investor maupun masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan aset properti dengan potensi nilai investasi yang sangat menarik,” ungkap Syukriah.

Kementerian Keuangan berharap transformasi layanan lelang mampu meningkatkan keberhasilan transaksi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap mekanisme lelang nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti