HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 0,72 Persen ke Level 6.206,35, Sentimen Perdamaian AS-Iran Dorong Bursa Asia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Menguat 0,72 Persen ke Level 6.206,35, Sentimen Perdamaian AS-Iran Dorong Bursa Asia
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 44,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 6.206,35 pada perdagangan Senin sore, 25 Mei 2026, seiring kenaikan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang didorong harapan tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks LQ45 juga ditutup menguat 10,77 poin atau 1,74 persen ke posisi 631,21.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan, "Bursa regional Asia bergerak menguat, ada sentimen membaiknya risiko global seiring harapan akan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran."

Sentimen Perdamaian AS-Iran Angkat Pasar

Dari pasar global, pejabat senior Amerika Serikat mengindikasikan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.

Kedua negara disebut masih menegosiasikan sejumlah persyaratan utama dan menunggu persetujuan akhir dari masing-masing pihak.

Proses finalisasi kesepakatan tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa hari.

Meski belum final, sinyal perdamaian itu memunculkan optimisme terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, pemulihan aliran minyak global, serta perbaikan ekonomi dunia.

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang saling berlawanan.

Narasi perdamaian AS-Iran menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.

Namun, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih menjadi sentimen negatif bagi pelaku pasar.

Bank Indonesia melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit sebesar 9,15 miliar dolar AS pada kuartal I-2026.

Defisit tersebut tercatat lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi itu memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Tujuh Sektor Menguat, Transportasi Pimpin Kenaikan

IHSG dibuka menguat sejak awal perdagangan dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak tujuh sektor mengalami penguatan.

Sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan terbesar sebesar 4,20 persen.

Sektor properti menguat 1,23 persen.

Sektor keuangan naik 1,14 persen.

Sementara itu, empat sektor mengalami pelemahan.

Sektor energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 1,94 persen.

Sektor barang baku melemah 1,23 persen.

Sektor kesehatan turun 0,70 persen.

Saham yang mencatat penguatan terbesar di antaranya GRIA, LAJU, TALF, RONY, dan BBHI.

Saham yang mengalami pelemahan terbesar meliputi DFAM, LCKM, ASPR, DAAZ, dan AREA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.065.076 transaksi.

Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 27,66 miliar lembar saham.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp16,95 triliun.

Sebanyak 470 saham naik, 236 saham turun, dan 114 saham stagnan.

Bursa saham Asia lainnya juga ditutup menguat.

Indeks Nikkei naik 1.925,93 poin atau 3,04 persen ke 65.265,00.

Indeks Shanghai menguat 39,67 poin atau 0,96 persen ke 4.152,57.

Indeks Hang Seng naik 219,51 poin atau 0,86 persen ke 25.606,38.

Indeks Straits Times menguat 2,40 poin atau 0,05 persen ke 5.070,55.

Penulis :
Shila Glorya