
Pantau - Luhut Binsar Pandjaitan mendukung reformasi sistem Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna meningkatkan efektivitas pengawasan ekspor-impor dan menekan praktik kecurangan perdagangan nasional.
Reformasi tersebut dilakukan seiring pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai badan ekspor khusus satu pintu yang akan terintegrasi dengan sistem digital pemerintah.
Luhut menilai digitalisasi berbasis AI penting diterapkan untuk memperkuat tata kelola sektor kepabeanan dan perdagangan nasional, khususnya dalam pengawasan ekspor dan impor mineral hasil tambang.
"Saya pikir, (Ditjen) Bea Cukai perlu ada reformasi, ya kenapa tidak? Kalau memang nanti (diperlukan) dengan (adanya) badan ini (DSI). Tapi, sekali lagi, saya percaya dengan sistem, sistem dengan digitalisasi ini berbasis AI," kata Luhut.
AI Difokuskan untuk Pengawasan Ekspor-Impor
Luhut mendorong Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bersama PT Danantara Sumber Daya Indonesia memperluas penggunaan AI dalam sistem pelaporan dan pengawasan ekspor-impor.
Menurut dia, penerapan AI dapat mengurangi kontak langsung antarpihak dalam proses perizinan yang berpotensi memicu praktik kecurangan.
"Sebab, kalau pertemuan orang ke orang pakai akta integritas, nggak ada yang benar itu satu pun, hampir tidak adalah (yang menjalankan akta tersebut dengan benar) yang saya tahu. Pasti ada (yang) bermasalah (melakukan kecurangan)," ungkapnya.
Ia optimistis integrasi digital melalui Indonesia National Single Window dapat mempersempit ruang manipulasi data dan pelanggaran administrasi perdagangan.
"Itu semua akan satu kaitan dan nanti AI yang baca semua. Jadi, (pelaku ekspor) nggak bisa lari (menghindari pemenuhan persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah)," ujar Luhut.
Danantara Integrasikan Data Ekspor Nasional
Salah satu tujuan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia ialah menghapus praktik kecurangan ekspor-impor seperti underinvoicing, transfer pricing, dan transaksi yang tidak tercatat.
Praktik tersebut selama ini dinilai menyebabkan berkurangnya penerimaan negara dari sektor perdagangan internasional.
Pemerintah nantinya akan mentransfer data ekspor dari sistem Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia seiring implementasi tugas PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ikut terlibat dalam proses pematangan tugas BUMN khusus ekspor tersebut.
Data ekspor yang selama ini tersedia dalam sistem Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Indonesia National Single Window akan diintegrasikan ke dalam sistem Danantara untuk mendukung tata kelola ekspor nasional.
Indonesia National Single Window merupakan platform digital terpadu satu pintu yang mengelola proses perizinan, kepabeanan, dan dokumen terkait ekspor-impor.
Data yang tersedia mencakup informasi eksportir, pemilik barang, importir, hingga pemilik barang di negara tujuan.
- Penulis :
- Arian Mesa





