HOME  ⁄  Ekonomi

Pandu Sjahrir Ungkap PT DSI Fokus Bisnis Ekspor SDA Strategis untuk Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pandu Sjahrir Ungkap PT DSI Fokus Bisnis Ekspor SDA Strategis untuk Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global
Foto: Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai menjadi pembicara dalam Investor Daily Roundtable di Jakarta, Selasa (26/5/2026). (sumber : ANTARA/Rizka Khaerunnisa))

Pantau - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di bawah Danantara Indonesia akan menjalankan bisnis berorientasi profit melalui pengelolaan ekspor sumber daya alam strategis, demikian disampaikan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir di Jakarta, Senin 25 Mei 2026.

DSI mendapat penugasan khusus untuk menjadi pengelola dan pengawas transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis di Indonesia.

Kronologi Pembentukan dan Kepemilikan DSI

PT DSI resmi menjadi persero BUMN pada Senin 25 Mei 2026 dengan komposisi kepemilikan 99 persen oleh BPI Danantara dan 1 persen oleh BP BUMN.

Pada tahap awal, DSI akan menjalankan peran sebagai agent business atau perantara dalam aktivitas perdagangan ekspor komoditas.

Pandu Sjahrir menyatakan "Karena kebetulan di bawah Danantara, namanya Danantara Sumberdaya Indonesia, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus for profit", ia mengungkapkan.

Strategi Pengelolaan Ekspor Komoditas dan Tahapan Operasional

DSI akan fokus pada pengelolaan dan pengawasan ekspor komoditas strategis seperti batu bara, crude palm oil atau CPO, dan ferro alloy.

Tahap pertama operasional DSI berlangsung pada 1 Juni hingga 31 Desember 2026 dengan fungsi sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor.

Tahap kedua direncanakan mulai Januari 2027 dengan model bisnis pembelian langsung komoditas dari eksportir domestik untuk dijual ke pasar internasional.

Indonesia disebut memiliki posisi dominan di pasar ekspor batu bara dan CPO global yang diharapkan dapat memperkuat daya tawar nasional melalui kehadiran DSI.

Pandu Sjahrir menyatakan "Pada akhirnya, fokus utama kami adalah membangun bisnis, membuka total addressable market yang lebih besar lagi buat sumber daya alam kita. Kami ingin memaksimalkan pendapatan buat negara kita", ia mengungkapkan.

Regulator pemerintah disebut tetap berwenang dalam pengaturan sanksi terhadap aktivitas ekspor di luar mekanisme DSI.

DSI ditegaskan hanya berperan sebagai operator dan pelaksana dalam sistem pengelolaan ekspor tersebut.

Pandu Sjahrir menyatakan "Kita harus fokus pada business as usual. Biar bisnis berjalan terus, sehingga tidak ada hambatan", ia mengungkapkan.

Penulis :
Arian Mesa