HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Mempercepat Pembangunan Jembatan Kembar Barombong untuk Men

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Mempercepat Pembangunan Jembatan Kembar Barombong untuk Men
Foto: Situasi kemacetan pada jam tertentu di Jembatan Barombong, Makassar. (sumber : ANTARA/Dok)

Pantau - Kemacetan parah terjadi di kawasan Barombong, Makassar, setiap pagi dan sore hari akibat padatnya arus kendaraan yang mengarah dari Kabupaten Gowa ke Kota Makassar, sehingga Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sepakat mempercepat pembangunan Jembatan Kembar Barombong sebagai solusi infrastruktur.

Kemacetan di Kawasan Barombong

Kondisi lalu lintas di Barombong dipenuhi kendaraan padat dengan klakson bersahutan yang mengganggu aktivitas warga dalam perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, dan distribusi logistik.

Kemacetan tersebut terjadi akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Gowa menuju Makassar yang bertemu dengan kepadatan lalu lintas dalam kota pada jam sibuk.

Titik Barombong telah lama menjadi simpul kemacetan yang rutin terjadi dan dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dari seharusnya.

Rencana Pembangunan Jembatan Kembar Barombong

Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyepakati percepatan pembangunan Jembatan Kembar Barombong sebagai infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan, "Pada dasarnya Pemerintah Kota Makassar siap mendukung segala kebutuhan, baik data, aturan maupun administrasi yang diinginkan oleh pemerintah provinsi untuk kami siapkan." ia mengungkapkan.

Ia juga menjelaskan bahwa masalah utama di kawasan tersebut adalah titik penyempitan arus lalu lintas yang memicu kemacetan pada jam-jam sibuk.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan Jembatan Kembar Barombong yang direncanakan pada tahun anggaran 2027.

Dampak dan Proyeksi Ekonomi

Pembangunan jembatan tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Makassar dan sekitarnya.

Peningkatan aksesibilitas ini diperkirakan akan berdampak pada pedagang kecil, pelajar, pekerja, serta memperlancar distribusi barang dan jasa di kawasan tersebut.

Proses pembebasan lahan ditargetkan mencapai status clear and clean pada Juni 2026 agar pembangunan dapat segera dimulai sesuai rencana.

Pemerintah menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, akuntabel, dan terukur melalui koordinasi antara pemerintah kota dan provinsi dalam pelaksanaan proyek ini.

Pembangunan Jembatan Kembar Barombong juga dipandang sebagai simbol harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas hidup dan mobilitas yang lebih baik di kawasan Makassar dan wilayah penyangga.

Penulis :
Leon Weldrick