HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah Tipis ke 6.127,38 saat Rebalancing MSCI Picu Aksi Jual Investor Asing di Bursa Efek Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Melemah Tipis ke 6.127,38 saat Rebalancing MSCI Picu Aksi Jual Investor Asing di Bursa Efek Indonesia
Foto: Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). IHSG ditutup melemah ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5) terkoreksi 223,56 atau sebesar 3,54 persen. (sumber: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Jumat (29/5/2026) ditutup melemah tipis seiring aksi penyesuaian portofolio investor asing dalam rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026.

IHSG turun 2,81 poin atau 0,05 persen ke level 6.127,38, sementara Indeks LQ45 juga melemah 9,23 poin atau 1,49 persen ke posisi 611,17 di Bursa Efek Indonesia.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan bahwa IHSG ditutup melemah tipis di tengah proses rebalancing MSCI yang mulai efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026.

Tekanan Aksi Jual dan Rebalancing MSCI

Rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026 menyebabkan manajer investasi dan investor melakukan penyesuaian portofolio yang memicu tekanan jual pada sejumlah saham yang dikeluarkan dari indeks.

IHSG sempat menguat hingga level 6.230 pada perdagangan hari Jumat sebelum berbalik melemah menjelang penutupan sesi kedua.

Ratna Lim mengatakan bahwa tekanan koreksi tidak sedalam yang dikhawatirkan karena pasar diduga telah mengantisipasi rebalancing tersebut sebelumnya.

Pergerakan Sektor dan Sentimen Global

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor tercatat menguat dengan penguatan dipimpin sektor infrastruktur sebesar 3,34 persen, disusul sektor barang baku 3,08 persen dan energi 2,65 persen.

Tiga sektor yang melemah adalah sektor keuangan turun 1,03 persen, properti turun 0,90 persen, dan kesehatan turun 0,19 persen di tengah pergerakan pasar yang beragam.

Nilai tukar rupiah juga melemah ke level Rp17.881 per dolar Amerika Serikat di pasar spot bersamaan dengan sentimen global dari penguatan bursa Asia dan kenaikan saham teknologi di Wall Street.

Harga minyak mentah global yang melemah turut memberikan sentimen positif, sementara ketegangan militer Amerika Serikat dan Iran ikut mewarnai pergerakan pasar internasional.

Aktivitas Perdagangan dan Bursa Regional

Frekuensi perdagangan mencapai 2.377.054 kali transaksi dengan volume 46,96 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp49,94 triliun di Bursa Efek Indonesia.

Tercatat 271 saham menguat, 409 saham melemah, dan 137 saham tidak bergerak dengan saham penguatan terbesar meliputi KJEN, BREN, RATU, PTRO, dan BRPT.

Sementara itu, saham dengan penurunan terbesar adalah APIC, ASPR, FILM, TALF, dan MGNA di tengah aksi jual selektif investor.

Bursa saham regional Asia juga bergerak beragam dengan indeks Nikkei naik 2,53 persen ke 66.330,00, Hang Seng naik 0,70 persen ke 25.182,39, Shanghai turun 0,73 persen ke 4.068,57, dan Strait Times naik 0,99 persen ke 5.038,93.

Penulis :
Shila Glorya