HOME  ⁄  Ekonomi

ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Meski Rupiah Tembus Rp17.877 per Dolar AS

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Meski Rupiah Tembus Rp17.877 per Dolar AS
Foto: Wakil Menteri ESDM Yuliot memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026). (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik meskipun kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah menembus Rp17.877 per dolar.

Kebijakan Harga BBM Subsidi Dipertahankan

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan bahwa kebijakan harga BBM subsidi sudah diputuskan tetap tidak naik hingga akhir tahun, serta menegaskan "harga BBM subsidi sudah diputuskan tetap tidak naik hingga akhir tahun" dan "harga BBM subsidi tetap dipertahankan", ungkapnya.

Yuliot menegaskan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman dan berada di atas cadangan minimal serta menyebut standar minimal stok operasional nasional berada pada angka 23 hari.

Pasokan Energi dan Produksi Dalam Negeri Tetap Dijaga

Yuliot menjelaskan bahwa stok Pertalite berada jauh di atas cadangan minimal, sementara stok solar CN48 dan pasokan BBM nonsubsidi masih mencukupi secara nasional.

Pemerintah disebut terus mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri serta memperkuat kapasitas kilang minyak untuk menghadapi tekanan nilai tukar rupiah yang berada pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 berada di angka 117,31 dolar AS per barel serta menegaskan "harga BBM subsidi dipastikan aman hingga akhir tahun 2026", ia mengungkapkan.

Bahlil menambahkan bahwa rata-rata ICP sejak Januari 2026 masih berada di kisaran 80–81 dolar AS per barel dan memastikan kebijakan harga BBM subsidi tetap aman hingga akhir tahun 2026.

Penulis :
Arian Mesa