HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian UMKM Dorong Perajin Lokal Masuk Rantai Pasok Industri Musik untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian UMKM Dorong Perajin Lokal Masuk Rantai Pasok Industri Musik untuk Perkuat Ekonomi Kreatif
Foto: Penasihat DWP Kementerian UMKM Tina Maman Abdurrahman memberikan sambutan pada acara peresmian Dialogue Music School di Gading Serpong Tangerang (sumber: ANTARA/Irfan)

Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong industri musik untuk lebih banyak melibatkan produk dan jasa pelaku UMKM dalam rantai pasok guna membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, menyampaikan hal tersebut saat peresmian Dialogue Music School di Tangerang, Banten.

Menurut Tina, keterlibatan UMKM dapat mencakup penyediaan bahan baku alat musik, produksi komponen alat musik, perlengkapan pendukung, hingga berbagai jasa penunjang industri musik.

Sekolah Musik Dinilai Punya Dampak Ekonomi Luas

Tina menilai keberadaan sekolah musik tidak hanya berfungsi mencetak musisi dan seniman baru, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengungkapkan, "Kita bisa membangun ekosistem antara pemilik sekolah musik, para musisi, pelaku usaha, dan UMKM. Misalnya bahan baku alat musik seperti kayu untuk gitar atau komponen lainnya bisa melibatkan para perajin daerah."

Menurutnya, perajin lokal dapat dilibatkan dalam penyediaan kayu untuk pembuatan gitar, komponen alat musik, serta berbagai material pendukung lainnya.

Tina mengakui sejumlah alat musik masih banyak diimpor dari luar negeri, termasuk dari Jepang dan Jerman.

Meski demikian, ia menilai peluang bagi industri lokal untuk terlibat dalam rantai pasok tetap terbuka.

Ia menjelaskan, "Memang ada alat musik yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri seperti Jepang atau Jerman. Namun bukan berarti seluruh komponennya harus dari luar. Kita bisa menggandeng perajin Indonesia untuk memproduksi berbagai bagian atau material pendukungnya."

Tina juga menambahkan, "Kita memiliki banyak sekali perajin di Indonesia yang potensinya bisa terus dikembangkan untuk mendukung industri musik dan ekonomi kreatif."

Dialogue Music School Kembangkan Model Pendidikan dan Bisnis Musik

Kepala Sekolah Dialogue Music School, Mouritz Kansil, mengatakan sekolah musik dapat menjadi contoh pengembangan UMKM di sektor ekonomi kreatif melalui konsep usaha yang menggabungkan pendidikan musik dan penjualan alat musik dalam satu lokasi.

Menurut Mouritz, model usaha tersebut mampu menciptakan peluang bisnis baru, membuka lapangan kerja bagi musisi, serta menyediakan kesempatan kerja bagi tenaga pengajar.

Ia menilai sekolah musik dapat menjadi ruang produktif bagi musisi untuk tetap berkarya, mengajar, dan memperoleh penghasilan ketika tidak sedang tampil atau menjalani tur.

Selain layanan pendidikan musik, Dialogue Music School juga memiliki toko alat musik yang bekerja sama dengan distributor alat musik nasional.

Toko tersebut bertujuan menyediakan instrumen musik bagi masyarakat, mempermudah akses terhadap alat musik berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekosistem industri musik di daerah.

Mouritz mengatakan, "Kehadiran toko ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap alat musik berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem industri musik di daerah."

Saat ini, usaha tersebut memiliki sekitar 20 tenaga pengajar dan lebih dari 50 siswa aktif.

Ke depan, Dialogue Music School menargetkan peningkatan kapasitas hingga 300 siswa serta memperluas kerja sama dengan pelaku industri musik, musisi profesional, dan produsen alat musik.

Mouritz menegaskan, “Melalui pengembangan usaha berbasis kreativitas dan pendidikan, kami meyakini bahwa sektor musik tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, dan penguat ekonomi kreatif nasional.”

Penulis :
Shila Glorya