HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siapkan 200 Juta Benih Unggul untuk Percepat Hilirisasi Perkebunan Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Siapkan 200 Juta Benih Unggul untuk Percepat Hilirisasi Perkebunan Nasional
Foto: (Sumber : Arsip foto - Tim Koperasi Produsen Integrasi Petani Organik (Kopipo) mengecek bibit kelapa genjah entok yang akan diserahkan kepada petani di Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2025). ANTARA/HO-Kopipo..)

Pantau - Pemerintah menyiapkan sekitar 200 juta batang benih varietas unggul untuk komoditas kopi, kakao, kelapa, pala, mente, dan lada, serta 5,8 miliar mata tebu guna mendukung program hilirisasi perkebunan nasional.

Penyediaan benih unggul tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan dan perbaikan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare.

Ketua Himpunan Produsen Benih Perkebunan dan Kehutanan Indonesia Masrizal Batubara mengatakan, "Dalam program hilirisasi pemilik sumber benih telah menyalurkan benih terbaik saat ini."

Program tersebut tidak hanya berfokus pada distribusi benih, tetapi juga mencakup edukasi dan pengenalan varietas unggul berkualitas premium kepada masyarakat.

Varietas Unggul Kelapa, Kakao, dan Kopi Siap Disebar

Masrizal menjelaskan sejumlah varietas kelapa genjah yang akan dibagikan antara lain kelapa genjah pandan manis, pandan wangi, entok, kopyor, merah Bali, dan kuning Bali.

Varietas kelapa genjah tersebut dapat mulai dipanen pada usia sekitar 2,5 tahun.

Kelapa genjah pandan wangi, pandan manis, dan kopyor selama ini tergolong sulit diperoleh dengan harga mencapai Rp20.000 hingga Rp35.000 per butir.

Untuk komoditas kakao, pemerintah menyiapkan bibit unggul seperti MCC 01, Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan MCC 02 yang memiliki produktivitas tinggi serta tahan terhadap penyakit.

Sementara untuk kopi tersedia varietas Hibero 1, Hibero 2, Hibero 3, dan Sintaro yang mampu menghasilkan hingga 2,8 ton per hektare per tahun dengan kualitas fine robusta.

Pada jenis arabika tersedia varietas Komasti dan Andungsari yang memiliki potensi produksi lebih dari 1,5 ton per hektare per tahun.

Benih Gratis Mulai Disalurkan Juni 2026

Pengurus Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia Agus Nirmala menyebutkan benih unggul tersebut mulai disalurkan kepada masyarakat pada periode Juni hingga Desember 2026.

"Masyarakat dapat mengakses secara cuma-cuma dengan mengikuti ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Menurut Agus, seluruh benih yang disalurkan telah melalui proses sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih di masing-masing provinsi untuk menjamin kualitasnya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat adopsi varietas unggul baru yang lebih produktif dan adaptif dibandingkan tanaman lama.

Kementan Targetkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Meningkat

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan percepatan penyediaan benih unggul merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan pekebun.

"Kami ingin memastikan pekebun mendapatkan benih unggul dengan mudah, cepat dan terjangkau," kata Amran.

Ia menambahkan pemerintah terus melakukan deregulasi untuk mempercepat layanan dan membuka ruang inovasi di sektor perkebunan.

"Dengan benih berkualitas, produktivitas meningkat, pendapatan pekebun naik, dan perkebunan Indonesia semakin berdaya saing," ujarnya.

Kementerian Pertanian saat ini juga memperkuat hilirisasi komoditas prioritas nasional yang meliputi kelapa, kakao, tebu, kopi, mete, lada, dan pala sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional 2025–2027.

Penulis :
Aditya Yohan