HOME  ⁄  Ekonomi

BKHIT Maluku Perketat Pengawasan Tuna Ekspor untuk Jaga Mutu dan Daya Saing di Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BKHIT Maluku Perketat Pengawasan Tuna Ekspor untuk Jaga Mutu dan Daya Saing di Pasar Global
Foto: Petugas pengolahan ikan di perusahaan swasta melakukan pemotongan daging ikan tuna (sumber: ANTARA/Dedy Azis)

Pantau - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memperkuat pengawasan kualitas dan keamanan pangan produk tuna asal Maluku melalui kegiatan monitoring dan surveilan guna menjaga daya saing komoditas tersebut di pasar nasional dan internasional.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan mengatakan pengawasan dilakukan dengan fokus pada penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) di Instalasi Karantina Ikan di Maluku.

Menurut Willy, “penerapan CKIB tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian penyakit ikan.”

Ia mengungkapkan, “CKIB juga menjadi jaminan kualitas dan keamanan produk sebelum dipasarkan atau diekspor.”

Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya penjaminan mutu produk perikanan unggulan daerah agar produk frozen tuna dan fresh tuna memiliki kualitas terbaik saat dipasarkan.

Inspektur Karantina Periksa Fasilitas dan Sistem Mutu

Surveilan dilakukan oleh Inspektur Karantina yang bertugas memeriksa penerapan standar keamanan pangan dan sistem biosekuriti di lapangan.

BKHIT juga memastikan adanya pencegahan masuk dan penyebaran Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) melalui penerapan standar yang berlaku.

Tim Inspektur Karantina melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas instalasi karantina ikan, sistem manajemen mutu perusahaan, dokumen pendukung operasional, serta Standar Operasional Prosedur (SOP).

Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional memenuhi persyaratan teknis sesuai ketentuan CKIB.

Pemeriksaan mencakup proses penerimaan bahan baku, penanganan produk, sistem penyimpanan, hingga distribusi produk ke pasar.

BKHIT menilai pengawasan instalasi karantina ikan menjadi faktor penting untuk menjaga reputasi produk perikanan Maluku di pasar global.

Ekspor Perikanan Maluku Meningkat pada 2025

Komoditas tuna menjadi salah satu produk ekspor unggulan Provinsi Maluku yang berkontribusi besar terhadap devisa sektor perikanan.

Data perikanan menunjukkan nilai ekspor perikanan Maluku pada 2025 mencapai 54,30 juta dolar AS atau meningkat dibandingkan 44,79 juta dolar AS pada 2024.

Peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan sektor perikanan di Maluku dan tingginya permintaan pasar terhadap produk perikanan daerah.

Komoditas tuna tercatat sebagai penyumbang devisa terbesar kedua pada kelompok perikanan non-hidup setelah udang vanamei.

Produk tuna unggulan yang diekspor meliputi Frozen Yellowfin Tuna Loin, fillet tuna, dan berbagai produk olahan tuna.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor tuna Maluku disusul China, Jepang, dan Vietnam sebagai pasar penting dan potensial.

BKHIT Maluku terus mendorong penerapan standar karantina dan biosekuriti yang baik melalui sinergi dengan pelaku usaha perikanan untuk memperkuat sistem jaminan mutu hasil perikanan.

Pengawasan mutu yang konsisten diharapkan menjaga kepercayaan pasar internasional, memperluas akses ekspor, meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, serta mendorong kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa negara.

Penulis :
Arian Mesa