HOME  ⁄  Ekonomi

Kebijakan DHE SDA Dinilai Perkuat Ketahanan Eksternal dan Likuiditas Dolar AS di Dalam Negeri

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kebijakan DHE SDA Dinilai Perkuat Ketahanan Eksternal dan Likuiditas Dolar AS di Dalam Negeri
Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 21/5/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pantau - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan pemerintah terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dapat menjadi lapisan pertahanan tambahan bagi stabilitas eksternal Indonesia di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Yusuf menyebut kebijakan tersebut mampu memperkuat likuiditas valuta asing (valas) di dalam negeri, membantu stabilisasi pasar keuangan, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi sistem keuangan nasional dalam menghadapi tekanan eksternal.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketersediaan dolar AS di dalam negeri.

Menurut Yusuf, selama ini sebagian besar DHE tidak bertahan lama dalam sistem keuangan domestik.

Dana hasil ekspor umumnya langsung dikonversi menjadi rupiah atau digunakan untuk berbagai kebutuhan lain sehingga pasokan dolar AS di pasar domestik relatif terbatas.

Likuiditas Valas Jadi Manfaat Utama

Yusuf menilai manfaat utama kebijakan DHE SDA bukan terletak pada peningkatan cadangan devisa negara secara langsung.

Ia mengungkapkan, "Manfaat utama justru berasal dari bertambahnya likuiditas dolar AS di sistem perbankan nasional dan meningkatnya ketersediaan valas dalam negeri."

Dengan likuiditas valas yang lebih besar, pasar keuangan domestik dinilai lebih mampu meredam gejolak eksternal.

Perbankan juga memiliki akses pendanaan dolar AS yang lebih luas sehingga stabilitas sistem keuangan dapat lebih terjaga.

Yusuf menegaskan bahwa kebijakan DHE SDA merupakan instrumen penting untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Ia menyebut kebijakan tersebut berfungsi sebagai lapisan pertahanan tambahan meski bukan solusi tunggal bagi seluruh tantangan ekonomi dan stabilitas keuangan nasional.

Potensi Kredit dan Insentif Pajak

Selain memperkuat likuiditas valas, Yusuf menyoroti potensi pemanfaatan dana DHE sebagai agunan kredit.

Menurutnya, skema tersebut memungkinkan eksportir tetap memperoleh fleksibilitas likuiditas sekaligus membuka peluang bagi perbankan untuk memperluas penyaluran kredit dengan risiko pembiayaan yang lebih terukur.

Ia menjelaskan, "Jika dana DHE yang tersimpan dapat dijadikan jaminan modal kerja, eksportir tetap memiliki akses pembiayaan, perbankan memperoleh peluang ekspansi kredit, dan likuiditas dapat berubah menjadi aktivitas ekonomi yang produktif."

Pemerintah juga menyiapkan insentif perpajakan untuk mendorong eksportir menyimpan dana lebih lama di Indonesia.

Insentif tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan valuta asing nasional sekaligus mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.

Yusuf menilai keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada masuknya dana DHE ke sistem keuangan.

Efektivitas kebijakan juga ditentukan oleh kemampuan sistem keuangan dalam menyalurkan likuiditas ke sektor produktif, mendorong aktivitas ekonomi riil, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

Ia menegaskan bahwa dana yang tersimpan di perbankan harus dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi yang produktif agar manfaat kebijakan tidak hanya dirasakan dalam bentuk stabilitas pasar, tetapi juga pertumbuhan ekonomi.

Penulis :
Arian Mesa