HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Timah dan Nontimah Bangka Belitung Turun 30,95 Persen pada April 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekspor Timah dan Nontimah Bangka Belitung Turun 30,95 Persen pada April 2026
Foto: (Sumber : Aktivitas bongkar muat barang ekspor di Pelabuhan Pangkalbalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. ANTARA/Aprionis.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor timah dan nontimah daerah itu pada April 2026 sebesar 121,81 juta dolar Amerika Serikat, turun 30,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 176,41 juta dolar AS.

Penurunan ekspor terutama dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor komoditas timah yang masih menjadi andalan Bangka Belitung di pasar internasional.

Kepala BPS Kepulauan Bangka Belitung Sugeng Arianto mengatakan nilai ekspor timah pada April 2026 tercatat sebesar 87,06 juta dolar AS atau terkontraksi 39,87 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 144,77 juta dolar AS.

"Nilai ekspor timah selama April tahun ini 87,06 juta Dolar AS, atau terkontraksi 39,87 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu 144,77 juta Dolar AS," kata Sugeng Arianto.

Ekspor Nontimah Justru Meningkat

Di tengah penurunan ekspor timah, komoditas nontimah menunjukkan tren positif.

Nilai ekspor nontimah pada April 2026 mencapai 34,75 juta dolar AS atau naik 9,82 persen dibandingkan April 2025 sebesar 31,64 juta dolar AS.

Sugeng menjelaskan sebagian besar ekspor timah Bangka Belitung masih ditujukan ke negara-negara Asia dengan Tiongkok sebagai pasar utama.

"Selama Januari hingga April tahun ini, sebanyak 49,40 persen ekspor timah dikirim ke Tiongkok dengan nilai 279,69 juta Dolar AS, Korea Selatan 13,21 persen, India 9,38 persen, Singapura dan Belanda," ujarnya.

Tiongkok Jadi Tujuan Utama Ekspor Timah

Lima negara tujuan utama ekspor timah Bangka Belitung yakni Tiongkok, Korea Selatan, India, Singapura, dan Belanda menyumbang 83,16 persen dari total ekspor timah daerah tersebut.

Total nilai ekspor timah ke lima negara tersebut selama Januari hingga April 2026 mencapai 470,82 juta dolar AS.

Secara kumulatif, ekspor timah ke lima negara utama itu tumbuh 27,86 persen dibandingkan periode Januari-April 2025.

Korea Selatan dan India masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 19,61 persen dan 22,80 persen.

Sementara ekspor ke Singapura dan Belanda mengalami kontraksi masing-masing 58,60 persen dan 10,25 persen.

"Tiongkok merupakan negara dengan pertumbuhan tertinggi hingga 99,71 persen," kata Sugeng.

Penulis :
Ahmad Yusuf