HOME  ⁄  Ekonomi

Pameran Industri Pelayaran di Tianjin Soroti Peran AI dalam Transformasi Sektor Maritim Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pameran Industri Pelayaran di Tianjin Soroti Peran AI dalam Transformasi Sektor Maritim Global
Foto: (Sumber : Seorang peserta melihat-lihat pameran selama Expo Industri Perkapalan Internasional Tianjin ke-4 di Tianjin, China utara, pada 2 Juni 2026. (ANTARA/Xinhua/Zhao Zishuo).)

Pantau - Pameran Industri Pelayaran Internasional Tianjin (Tianjin International Shipping Industry Expo/TISIE) keempat yang digelar di Tianjin, China utara, menyoroti peluang besar penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam industri pelayaran dan logistik global.

AI Dorong Efisiensi Operasional Pelabuhan dan Pelayaran

Pameran yang berlangsung selama empat hari sejak 2 Juni 2026 itu mengusung tema "Pengiriman ke Seluruh Dunia dan Menyambut Masa Depan dengan AI Buka Peluang Baru bagi Pengembangan Pelabuhan dan Pelayaran."

TISIE menampilkan berbagai sektor mulai dari pelayaran hijau, peralatan maritim, layanan logistik, hingga teknologi pendukung industri pelayaran.

Pameran tersebut telah diselenggarakan setiap tahun di Tianjin sejak 2023 untuk memperkuat kerja sama pelayaran global, investasi industri, dan pertukaran perdagangan.

Kepala Informasi Institut Pelayaran Internasional Shanghai, Xu Kai, mengatakan China telah membangun jaringan terminal peti kemas otomatis terbesar di dunia dengan berbagai kemajuan teknologi.

Xu Kai mengungkapkan, "Peralatan terminal tidak hanya beroperasi secara efisien, tetapi juga mampu melakukan optimisasi dinamis secara regional berdasarkan fluktuasi kedatangan kapal secara waktu nyata, perubahan cuaca yang mendadak, dan lonjakan arus barang yang tiba-tiba."

Ia menambahkan, "Ini menuntut AI untuk berkembang dari sekadar menjalankan perintah menjadi mampu melakukan penalaran secara mandiri, serta berkembang dari kecerdasan mesin tunggal menjadi kolaborasi kelompok."

CEO Lloyd's List Intelligence, Waqas Samad, mengatakan China memiliki posisi strategis dalam industri pelayaran global sebagai pemilik armada kapal terbesar serta produsen kapal dan kontainer terbesar di dunia.

Menurutnya, masa depan industri pelayaran tidak hanya ditentukan oleh skala dan infrastruktur, tetapi juga oleh integrasi konektivitas, teknologi, dan kecerdasan buatan.

Pelaku Industri Ingatkan Pentingnya Keamanan dan Tata Kelola AI

Presiden Federasi Internasional Asosiasi Perusahaan Layanan Logistik (International Federation of Freight Forwarders Associations), Thomas Sim, menilai AI akan mengubah industri pelayaran secara signifikan.

Thomas Sim mengatakan, "AI akan membentuk ulang industri kita dengan cara yang praktis dan hebat."

Ia menegaskan AI seharusnya meningkatkan kemampuan profesional perusahaan logistik, bukan menggantikan peran manusia atau menghilangkan akuntabilitas.

Sementara itu, Wakil Presiden China Merchants Group Limited, Feng Boming, menyebut AI kini berkembang dari sekadar asisten percakapan menjadi agen cerdas yang mampu memahami tujuan pengguna dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.

Feng Boming mengingatkan, "Namun, semakin besar tingkat autonomi AI, semakin besar pula tanggung jawab terkait keamanan."

Ia menambahkan, "Kita harus menyadari dengan jelas bahwa di balik peran AI dalam memberdayakan ribuan industri, berbagai jenis risiko keamanan dan tantangan tata kelola baru terus bermunculan, sehingga menimbulkan tantangan-tantangan yang sepenuhnya baru bagi pengembangan industri secara tertib dan pengoperasian sektor ini secara aman."

Penulis :
Aditya Yohan