HOME  ⁄  Ekonomi

Dony Oskaria Targetkan Pupuk Indonesia Pangkas Entitas dari 57 Menjadi 17 Perusahaan pada 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dony Oskaria Targetkan Pupuk Indonesia Pangkas Entitas dari 57 Menjadi 17 Perusahaan pada 2026
Foto: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (sumber: BP BUMN)

Pantau - Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan penyederhanaan entitas bisnis Pupuk Indonesia Group dari 57 perusahaan menjadi 17 entitas pada akhir 2026 sebagai bagian dari transformasi dan penataan struktur bisnis perusahaan.

Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan Direksi Pupuk Indonesia untuk membahas perkembangan program streamlining dan transformasi bisnis yang difokuskan pada percepatan penataan portofolio usaha, penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan bisnis inti, serta pembentukan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi.

“Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan,” ungkap Dony Oskaria.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari agenda penataan dan penguatan BUMN yang didorong oleh BP BUMN dan Danantara untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping, lincah, dan kompetitif.

Struktur Baru dengan Tiga Sub-Holding Utama

Dalam transformasi tersebut, Pupuk Indonesia akan membentuk struktur usaha yang lebih fokus melalui tiga Sub-Holding utama, yaitu Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia.

Ketiga Sub-Holding tersebut akan didukung oleh Feedstock Co. yang berperan sebagai pengelola pasokan bahan baku strategis bagi seluruh ekosistem bisnis perusahaan.

Feedstock Co. dinilai memiliki peran penting dalam menjaga integrasi rantai pasok, menjamin ketersediaan bahan baku strategis, serta mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

Melalui struktur baru tersebut, Pupuk Indonesia diharapkan mampu memperjelas fokus pengembangan setiap lini bisnis dan mendorong pertumbuhan usaha yang lebih terarah untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Bisnis

Langkah transformasi ini bertujuan memperkuat fondasi bisnis perusahaan, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan industri, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Melalui penyederhanaan entitas dan penguatan fokus bisnis, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sinergi antarentitas usaha, serta mengoptimalkan pengelolaan aset dan pemanfaatan sumber daya perusahaan.

Selain meningkatkan efisiensi, transformasi tersebut juga ditargetkan memperkuat daya saing Pupuk Indonesia, meningkatkan posisi perusahaan di sektor pupuk dan petrokimia, serta membuka peluang bisnis baru yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Pupuk Indonesia juga diharapkan dapat memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mendorong pembangunan industri dalam negeri, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa