
Pantau - PT PLN (Persero) mencatat proyek pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) atau energi bersih yang telah masuk proses eksekusi mencapai 22,57 gigawatt (GW) hingga Mei 2026, atau setara 43 persen dari total target pembangkit EBT dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kapasitas tersebut merupakan bagian dari target pengembangan pembangkit energi bersih sebesar 52,8 GW yang tercantum dalam RUPTL 2025–2034.
"Jadi, dari 52,8 GW, itu 43 persennya itu pembangkit berbasis EBT ini sudah dalam proses eksekusi. Kami diminta untuk laporan setiap dua minggu," ungkap Darmawan.
Dalam RUPTL 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 69,5 GW.
Sebanyak 76 persen dari target tersebut berasal dari energi surya, energi air, energi angin, energi panas bumi, serta sistem penyimpanan energi berupa baterai dan pumped-storage hydropower.
"Dalam RUPTL itu, 76 persennya berbasis energi baru terbarukan dan juga baterai energy storage system, yaitu 52,8 GW," ujar Darmawan.
Perkembangan Proyek Energi Bersih PLN
Hingga Mei 2026, PLN mencatat sebanyak 16,5 GW proyek pembangkit EBT berada dalam tahap pengadaan.
Sebanyak 5,2 GW proyek lainnya telah memasuki tahap konstruksi.
Sementara itu, pembangkit berkapasitas 0,78 GW telah selesai dibangun dan beroperasi atau commissioning.
"Sebesar 16,5 GW itu proses pengadaan, konstruksi 5,2 GW, kemudian commissioning, sudah kami deliver 0,78 GW," kata Darmawan.
Selain proyek yang sedang berjalan, PLN masih memiliki rencana pengembangan pembangkit energi bersih sekitar 30,24 GW yang saat ini berada dalam tahap kajian kelayakan.
Secara keseluruhan, total kapasitas pembangkit listrik berbasis energi bersih yang direncanakan PLN mencapai 52,81 GW.
Darmawan juga menyampaikan apresiasi atas penugasan yang diberikan pemerintah kepada PLN dalam menjalankan program transisi energi nasional.
Bauran Energi EBT Lampaui Target Pemerintah
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi bauran energi listrik dari EBT mencapai 17,89 persen hingga April 2026.
Capaian tersebut melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebesar 16,46 persen.
Produksi listrik nasional hingga April 2026 tercatat mencapai 165,51 terawatt hour (TWh).
Komposisi bauran energi nasional dalam produksi listrik tersebut terdiri atas batu bara 64,87 persen, gas 13,86 persen, bahan bakar minyak (BBM) 3,38 persen, dan EBT sebesar 17,89 persen.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menilai capaian tersebut menunjukkan kemajuan dalam proses transisi energi nasional.
"Bauran energi nasional mencerminkan adanya upaya transisi energi yang terus berjalan," ungkapnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick





