HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS, Dipicu Data Neraca Perdagangan di Bawah Ekspektasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS, Dipicu Data Neraca Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Foto: (Sumber : Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Pada perdagangan Rabu (3/6) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp17.975 yaitu paling rendah dari rekor terendah sebelumnya. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym..)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi melemah 17 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.066 per dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.049 per dolar AS, dipengaruhi data neraca perdagangan Indonesia yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah berasal dari sentimen domestik setelah data neraca perdagangan Indonesia April 2026 menunjukkan surplus yang jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Neraca Perdagangan Tekan Pasokan Devisa

Amru mengungkapkan surplus perdagangan Indonesia pada April 2026 hanya mencapai 0,09 miliar dolar AS.

“Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah berasal dari sisi domestik, terutama setelah data neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pada 2 Juni 2026 menunjukkan perdagangan April 2026 hanya mencapai 0,09 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,32 miliar dolar AS dan di bawah ekspektasi pasar,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan berkurangnya pasokan devisa dari aktivitas perdagangan luar negeri sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain faktor domestik, rupiah juga masih tertekan oleh penguatan dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian global dan masih menariknya instrumen investasi berbasis dolar.

Investor Cermati Kebijakan dan Stabilitas Pasar

Amru menilai kekhawatiran investor terhadap independensi Bank Indonesia setelah pengesahan regulasi yang memperluas peran bank sentral turut menambah kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia didorong melanjutkan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar obligasi secara terukur.

“Sementara itu, pemerintah perlu memperkuat kepercayaan investor melalui konsistensi kebijakan ekonomi, menjaga kredibilitas fiskal, serta mendorong optimalisasi devisa hasil ekspor agar pasokan valas di dalam negeri tetap terjaga,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Amru memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih fluktuatif dengan kecenderungan berada dalam tekanan pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.110 per dolar AS.

Penulis :
Aditya Yohan