HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke 106,56 Dolar AS per Barel pada Mei 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke 106,56 Dolar AS per Barel pada Mei 2026
Foto: (Sumber : Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/am..)

Pantau - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 turun menjadi 106,56 dolar AS per barel dari sebelumnya 117,31 dolar AS per barel pada April 2026 seiring melemahnya harga minyak mentah di pasar global.

Meredanya Konflik Global Tekan Harga Minyak

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan penurunan ICP terjadi sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah utama dunia.

"Rata-rata ICP bulan Mei 2026 ditetapkan 106,56 dolar AS per barel, sejalan dengan penurunan harga minyak mentah utama dunia,” ungkap Laode.

Menurutnya, pasar minyak global merespons positif meredanya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sepanjang Mei 2026.

“Perkembangan positif ini secara umum dipengaruhi oleh perbaikan pasokan global seiring meredanya konflik geopolitik global," ujarnya.

Laode menjelaskan sejumlah sinyal deeskalasi konflik, termasuk peluang berakhirnya ketegangan dan kemajuan negosiasi dengan Iran, turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dunia.

Ia menambahkan pembatalan rencana serangan lanjutan Amerika Serikat ke Iran serta pemberian kembali pengecualian sanksi sementara terhadap minyak Rusia juga ikut menekan harga minyak internasional.

"Perkembangan itu menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak dunia dan menekan harga minyak mentah di pasar internasional," katanya.

Permintaan Global Melemah dan Impor Asia Menurun

Selain faktor geopolitik, harga minyak juga tertekan oleh melemahnya prospek permintaan global.

Berdasarkan proyeksi International Energy Agency (IEA), permintaan minyak dunia turun sekitar 420 ribu barel per hari menjadi 104 juta barel per hari.

Penurunan permintaan terbesar terjadi pada triwulan kedua 2026 yang mencapai 2,45 juta barel per hari.

Di kawasan Asia, impor minyak tercatat menurun di sejumlah negara utama seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India.

Aktivitas pengolahan minyak mentah China juga turun 5,8 persen secara tahunan menjadi 13,35 juta barel per hari atau level terendah dalam 44 bulan terakhir.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar energi global guna menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan energi nasional.

"Melalui pemantauan yang berkelanjutan dan langkah antisipatif yang diperlukan, pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat," ujar Laode.

Secara rinci, ICP Indonesia turun 10,75 dolar AS per barel menjadi 106,56 dolar AS per barel pada Mei 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf