
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan koridor perkeretaapian strategis nasional, termasuk Trans-Sumatera, Trans-Sulawesi, dan Trans-Kalimantan.
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan AHY dengan Menteri Transportasi Federasi Rusia Andrey Nikitin di Moskow sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor transportasi dan infrastruktur.
AHY menegaskan bahwa transportasi memiliki peran vital dalam menghubungkan wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau.
Ia mengatakan, "Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara."
Menurut AHY, Indonesia masih membutuhkan pengembangan jaringan kereta api secara signifikan untuk memperkuat konektivitas nasional, mendukung pemerataan pembangunan, dan menghubungkan wilayah-wilayah strategis.
Kerja Sama Tidak Hanya Pembangunan Rel
AHY menjelaskan peluang kerja sama yang ditawarkan kepada perusahaan Rusia tidak hanya terbatas pada pembangunan jaringan rel kereta api.
Kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi perkeretaapian, manufaktur sarana dan prasarana kereta api, rekayasa kereta cepat, serta pengembangan angkutan berat (heavy-haul rail).
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dalam peningkatan standar keselamatan operasional, pengembangan perkeretaapian rendah karbon, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan riset perkeretaapian.
Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung percepatan pembangunan sistem transportasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Pengalaman Rusia Jadi Referensi Transportasi Modern
AHY juga menyoroti pentingnya pengembangan transportasi perkotaan yang modern dan ramah lingkungan di Indonesia.
Menurutnya, pengalaman Rusia dalam mengelola transportasi publik dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan sistem transportasi nasional.
Salah satu contoh yang disorot adalah keberhasilan pengelolaan Metro Moskow yang dinilai dapat menjadi acuan dalam pengembangan MRT, LRT, dan kereta komuter di Indonesia.
AHY menegaskan bahwa transportasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas masyarakat.
Transportasi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan nasional, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Pertemuan antara AHY dan Andrey Nikitin turut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Rusia dalam pengembangan transportasi modern, peningkatan konektivitas, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing.
- Penulis :
- Gerry Eka





