HOME  ⁄  Nasional

KAI dan Kemenhub Tingkatkan Kapasitas KRL Rangkasbitung, Rangkaian 12 Kereta Segera Disiapkan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KAI dan Kemenhub Tingkatkan Kapasitas KRL Rangkasbitung, Rangkaian 12 Kereta Segera Disiapkan
Foto: (Sumber: PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan memperkuat kapasitas layanan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. ANTARA/HO-KAI.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan meningkatkan kapasitas layanan Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung melalui penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan untuk mengakomodasi pertumbuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan kebutuhan peningkatan kapasitas dilakukan karena permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung terus bertambah dari tahun ke tahun.

Ia mengungkapkan, "Peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan."

Langkah pertama yang dilakukan adalah penguatan sistem listrik aliran atas (LAA) di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang saat ini masih menggunakan daya listrik 3.000 volt.

Sebagai perbandingan, lintas Bogor dan Bekasi telah menggunakan daya listrik 4.000 volt sehingga mampu mendukung kapasitas operasional yang lebih besar.

Perbedaan kapasitas listrik tersebut membuat rangkaian dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Saat ini kapasitas angkut penumpang masih mengandalkan rangkaian 8 kereta dan 10 kereta.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan, KAI akan menambah 11 gardu traksi di sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Penambahan gardu traksi bertujuan memperkuat pasokan daya listrik sehingga memungkinkan pengoperasian rangkaian 12 kereta di masa mendatang.

Dengan beroperasinya rangkaian 12 kereta, kapasitas penumpang per perjalanan akan meningkat dan diharapkan memberikan ruang gerak yang lebih baik terutama pada jam sibuk.

Program peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui koordinasi dan sinergi antara KAI dan DJKA Kementerian Perhubungan yang mencakup perencanaan penguatan sistem kelistrikan, pengembangan kapasitas lintas, serta modernisasi sistem operasi perkeretaapian.

Selain penguatan daya listrik, KAI dan DJKA juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung.

Bobby mengatakan, "Selain penguatan daya listrik, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan."

Saat ini sebagian sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung masih menggunakan pola blok tertutup yang membatasi jumlah perjalanan kereta yang dapat dioperasikan.

Dalam sistem tersebut, satu blok dapat mencakup beberapa stasiun dan hanya satu kereta yang dapat melintas dalam satu blok pada waktu yang sama.

Kondisi itu membuat waktu antar perjalanan kereta atau headway masih berada pada kisaran 10 menit.

Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor telah memiliki headway sekitar 3 hingga 4 menit.

Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas diharapkan meningkat, frekuensi perjalanan dapat ditambah, dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih singkat.

Ia menegaskan, "Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan."

KAI memandang peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan kawasan, perkembangan pusat permukiman, aktivitas ekonomi, serta kegiatan sosial di sepanjang lintas.

Lintas Tanah Abang–Rangkasbitung merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah barat Jabodetabek dengan pusat ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan berbagai layanan publik di Jakarta serta sekitarnya.

Data KAI menunjukkan volume pengguna KRL Rangkasbitung mencapai 43.317.716 pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, kemudian 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan 77.552.716 pelanggan pada 2025.

Pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 33.397.420 pelanggan.

Peningkatan jumlah pengguna yang konsisten tersebut turut mendorong kenaikan tingkat okupansi pada jam sibuk.

Saat ini okupansi puncak Rangkasbitung Line mencapai sekitar 161 persen yang menjadi angka tertinggi di antara seluruh lintas Commuter Line.

Sebagai perbandingan, okupansi puncak lintas Bogor berada di kisaran 130 persen dan lintas Bekasi/Cikarang sekitar 140 persen.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Anne Purba mengatakan, "Kolaborasi antara KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan Commuter Line Rangkasbitung."

KAI dan DJKA berharap penguatan sistem kelistrikan serta modernisasi persinyalan dapat menghasilkan kapasitas layanan yang lebih besar, frekuensi perjalanan yang lebih rapat, dan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka