
Pantau - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah sekitar, terutama Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi daerah terdekat dengan kawasan ibu kota baru.
Direktur Perencanaan Makro Otorita Ibu Kota Nusantara, Pungky Widiaryanto, mengatakan IKN sejak awal tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong pembangunan regional.
Menurut Pungky, pada tahap awal pembangunan IKN berbagai aktivitas pembangunan telah memunculkan dampak ekonomi nyata melalui masuknya investasi, pembangunan infrastruktur, dan meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Dampak tersebut terlihat dari munculnya peluang usaha baru, bertambahnya lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan hasil kajian dampak ekonomi melalui fasilitas pendukung penerapan skema pendanaan (PPSP), Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen.
Selain pertumbuhan ekonomi, pembangunan IKN juga dikaitkan dengan penurunan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.
Data kajian menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten Penajam Paser Utara turun sebesar 0,45 persen dibandingkan kondisi sebelum pembangunan IKN dimulai.
Pungky menilai capaian tersebut menunjukkan pembangunan IKN mulai memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Kajian yang dilakukan Otorita IKN juga menunjukkan bahwa manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh Penajam Paser Utara.
Sejumlah daerah lain seperti Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara turut memperoleh dampak ekonomi dari pembangunan ibu kota baru.
Balikpapan disebut berperan sebagai gerbang investasi utama menuju IKN.
Sementara Samarinda dan Kutai Kartanegara mendapatkan manfaat berupa efek limpahan ekonomi atau spillover effect dari berbagai aktivitas pembangunan yang berlangsung di kawasan Nusantara.
Otorita IKN menilai manfaat pembangunan perlu diperluas melalui penguatan konektivitas dan kolaborasi antardaerah.
Menurut Pungky, IKN tidak dapat berkembang secara optimal tanpa dukungan wilayah di sekitarnya.
Kerja sama yang dikembangkan mencakup sektor transportasi, logistik, penyediaan tenaga kerja, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi daerah.
Model kolaborasi tersebut bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah tanpa memerlukan pembentukan organisasi baru.
Konsep pengembangan kawasan yang semula dikenal sebagai konsep tiga kota, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, kini berkembang menjadi konsep Greater Nusantara.
Kawasan Greater Nusantara mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara.
Wilayah-wilayah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan IKN sebagai penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, simpul logistik, kawasan industri, dan bagian dari rantai pasok ekonomi regional.
Pembahasan mengenai pengembangan kawasan sekitar IKN dilakukan dalam forum Jumat Belajar ASN Otorita IKN pada 5 Juni 2026 yang mengangkat tema kolaborasi regional dan pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi.
Forum tersebut melibatkan kerja sama dengan akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University.
Otorita IKN berharap pengembangan kawasan tiga kota dan Greater Nusantara dapat terus diperkuat agar Nusantara tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga penggerak pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan bagi wilayah sekitarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





