HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Bioflok dan Urban Farming Berbasis Potensi Lokal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Bioflok dan Urban Farming Berbasis Potensi Lokal
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Program pemberdayaan masyarakat PT Pertamina Patra Niaga. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga.)

Pantau - Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dijalankan lewat skema Community Involvement and Development (CID) untuk meningkatkan ketersediaan pangan, mendorong kemandirian masyarakat, dan memperkuat kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Melalui pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Roberth.

Salah satu program unggulan dijalankan di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, melalui pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok.

Program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir seperti ketergantungan pada hasil tangkapan laut, cuaca yang tidak menentu, keterbatasan sarana perikanan, serta ancaman abrasi pantai.

Melalui teknologi bioflok, masyarakat memperoleh sumber pangan alternatif sekaligus sumber pendapatan yang lebih stabil.

Komoditas yang dibudidayakan dalam program tersebut adalah ikan nila dengan masa panen sekitar empat hingga enam bulan.

Program ini juga didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp.

Pemanfaatan PLTS mampu menghemat biaya listrik hingga Rp9,3 juta per tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sekitar 5,52 ton CO2 per tahun.

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar menjalankan program Siantar Habonaron yang mengusung konsep urban farming terpadu.

Program tersebut memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan yang dikembangkan meliputi peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, pengelolaan limbah organik, serta budidaya maggot.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat menghasilkan telur ayam dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program Siantar Habonaron juga menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sumber daya.

Kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam.

Sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot.

Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.

Salah satu anggota kelompok Habonaron, Asih, mengaku program tersebut membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

Menurut Asih, kebutuhan makan anaknya kini dapat dipenuhi dari hasil ternak yang dikembangkan melalui program tersebut.

Roberth menegaskan bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Karena itu, kami terus menghadirkan program-program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan,” ungkap Roberth.

Pertamina Patra Niaga menyatakan seluruh program yang dijalankan berfokus pada optimalisasi potensi lokal, penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, serta penciptaan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka