
Pantau - Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menyiapkan stok beras sekitar 4.000 ton hingga awal Juni 2026 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah OKU Raya yang meliputi Kabupaten OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan.
Kepala Bulog OKU, Junirman, mengatakan jumlah stok tersebut sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga pasokan dan harga beras.
Pemerintah saat ini terus mengoptimalkan berbagai langkah antisipasi guna meredam gejolak harga beras di sejumlah daerah.
Langkah yang dilakukan antara lain mempercepat distribusi bantuan pangan dan mengoptimalkan penyaluran beras SPHP ke pasar rakyat.
Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng telah mencapai 1.994 ton atau sekitar 61 persen dari target yang ditetapkan.
Bantuan tersebut telah diterima oleh 99.701 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 162.842 PBP di wilayah OKU Raya.
Junirman mengatakan pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026.
“Kami menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan distribusi bantuan pangan akan membantu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meredam kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Selain bantuan pangan, Bulog juga mengoptimalkan penyaluran beras SPHP ke berbagai wilayah.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, distribusi beras SPHP telah mencapai 2.013 ton.
Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” kata Junirman.
Bulog menilai kombinasi antara bantuan pangan dan distribusi SPHP menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan beras sekaligus menstabilkan harga di pasar.
Junirman memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok nasional dalam kondisi mencukupi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





