
Pantau - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Noumea menggelar festival kuliner Indonesia bertajuk La Journée Culinaire Indonésienne 2026 sebagai upaya diplomasi ekonomi untuk mempromosikan produk, budaya, dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Kaledonia Baru.
Festival yang berlangsung di Noumea pada Minggu (7/6/2026) tersebut dihadiri lebih dari 2.000 pengunjung dari berbagai wilayah di Kaledonia Baru.
Konsul Jenderal RI di Noumea, Bambang Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat kedua wilayah melalui kekayaan kuliner Indonesia.
“Acara ini menjadi jembatan sederhana namun bermakna yang mempertemukan dua budaya melalui makanan,” ujar Bambang.
Festival digelar di tengah proses pemulihan ekonomi Kaledonia Baru setelah pandemi dan kerusuhan yang terjadi pada Mei 2024.
KJRI Noumea menilai festival tersebut menjadi momentum positif untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Kaledonia Baru sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih konstruktif.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai produk dan kuliner Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat setempat.
Salah satu kuliner yang menarik perhatian pengunjung adalah Bakso Malang serta aneka jajanan pasar tradisional Indonesia.
KJRI berharap semakin banyak produk Indonesia yang dikenal dan diterima di pasar Kaledonia Baru.
Saat ini sejumlah produk Indonesia seperti mi instan telah tersedia dan dikenal luas di berbagai supermarket di Noumea.
Festival terselenggara dengan dukungan 12 partisipan yang terdiri atas Dharma Wanita Persatuan KJRI Noumea, asosiasi masyarakat Indonesia dan keturunannya, pelaku usaha dari kalangan warga negara Indonesia, serta diaspora Indonesia.
Partisipasi berbagai komunitas tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat setempat.
Selain menyajikan kuliner, acara juga menampilkan pameran foto sejarah KJRI Noumea.
Pengunjung juga dapat melihat berbagai karya yang mengangkat perjalanan komunitas keturunan Indonesia di Kaledonia Baru.
Berbagai pertunjukan budaya Indonesia turut memeriahkan festival dan mendapat apresiasi dari para pengunjung.
Penampilan yang disuguhkan meliputi gamelan, angklung, tari tradisional Indonesia, serta pencak silat.
Festival tidak hanya dihadiri masyarakat umum, tetapi juga perwakilan asing dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadikan acara sebagai sarana mempererat hubungan Indonesia dengan masyarakat dan institusi di Kaledonia Baru.
KJRI Noumea berharap festival kuliner ini dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kerja sama ekonomi, promosi produk Indonesia, serta penguatan hubungan budaya antara Indonesia dan Kaledonia Baru.
- Penulis :
- Gerry Eka





