
Pantau - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi melayani kegiatan petikemas perdana sebagai bagian dari pengembangan pelabuhan dan penguatan konektivitas logistik di wilayah barat Pulau Kalimantan.
Pelayanan Perdana Tandai Dimulainya Operasional Petikemas
Pelayanan petikemas perdana merupakan hasil sinergi Pelindo Group melalui Pelindo Regional 2 Pontianak bersama PT Pelindo Multi Terminal melalui PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) serta PT Pelindo Terminal Petikemas melalui PT IPC Terminal Petikemas.
Kegiatan tersebut ditandai dengan kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line yang membongkar 70 peti kemas kosong di Terminal Kijing.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, menyatakan operasional perdana ini menjadi langkah penting dalam pengembangan pelabuhan modern di Kalimantan Barat.
“Pelayanan perdana peti kemas di Terminal Kijing merupakan tonggak penting dalam pengembangan pelabuhan modern di Kalimantan Barat. Dengan mulai beroperasinya layanan peti kemas, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Barat,” ungkap Kalbar Yanto.
Infrastruktur Modern Dukung Pengembangan Logistik
Terminal Kijing dilengkapi berbagai fasilitas seperti dermaga petikemas, dermaga multipurpose, dermaga curah cair, dermaga curah kering, container yard, hingga container freight station yang didukung peralatan bongkar muat modern.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani mengatakan keberhasilan pelayanan perdana tersebut menunjukkan kesiapan Terminal Kijing untuk melayani petikemas secara optimal.
“Keberhasilan pelayanan perdana ini menunjukkan kesiapan Terminal Kijing untuk melayani petikemas secara optimal. Sebagai salah satu operator Terminal Kijing, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan produktif,” ujarnya.
Pada triwulan I 2026, Terminal Kijing mencatat throughput sekitar 1,5 juta ton dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas curah kering dan curah cair yang melampaui target operasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





