
Pantau - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Dompu memperingatkan ancaman praktik destructive fishing di perairan Teluk Saleh, Pulau Sumbawa, yang dinilai dapat merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan mata pencaharian ribuan nelayan pesisir.
Temuan Indikasi Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan
Ketua Dewan Pimpinan Cabang HNSI Kabupaten Dompu Muhammad Syafi'i mengatakan pihaknya menemukan indikasi aktivitas penangkapan ikan yang perlu mendapat perhatian serius saat melakukan pemantauan pada momentum Hari Laut Sedunia di kawasan Taka Gurita menuju Hodo.
Ia mengungkapkan, “Pada momentum Hari Laut Sedunia 8 Juni lalu, kami bersama nelayan setempat dan tokoh masyarakat melakukan pemantauan di wilayah perairan sekitar Taka Gurita menuju Hodo. Dalam kegiatan tersebut kami menemukan indikasi penggunaan alat bantu yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.”
Menurut Syafi'i, saat mengamati sebuah kapal nelayan yang baru berlabuh, tim menemukan selang kompresor di bagian haluan kapal serta dua kotak pendingin berisi ikan karang hasil tangkapan, sementara perangkat kompresor disimpan di ruang tertutup di dalam kapal.
Ia menilai temuan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh instansi berwenang untuk memastikan tidak terjadi praktik penangkapan ikan yang bertentangan dengan prinsip perikanan berkelanjutan dan ketentuan hukum yang berlaku.
HNSI Minta Pengawasan dan Edukasi Diperkuat
Syafi'i menjelaskan Teluk Saleh memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi karena menjadi kawasan penangkapan ikan tradisional sekaligus memiliki ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan keanekaragaman hayati laut yang penting bagi produktivitas perikanan.
Ia mengingatkan, “Jika habitat ikan rusak, maka yang terdampak bukan hanya lingkungan, tetapi juga nelayan. Produksi perikanan dapat menurun dan biaya melaut akan semakin tinggi karena nelayan harus mencari daerah tangkapan yang lebih jauh.”
HNSI juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan, Polairud, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut, serta Kelompok Masyarakat Pengawas untuk meningkatkan patroli dan pengawasan berkala di kawasan Teluk Saleh.
Syafi'i menegaskan, “Pengawasan harus diperkuat agar praktik-praktik yang berpotensi merusak sumber daya laut dapat dicegah sejak dini. Perlindungan terhadap ekosistem laut merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan.”
Selain itu, HNSI mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat nelayan mengenai pentingnya praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sesuai ketentuan perundang-undangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti





