HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Bandung Siapkan Tiga Ekskavator untuk Percepat Penanganan Sedimentasi DAS Citarum dan Kurangi Risiko Banjir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Bandung Siapkan Tiga Ekskavator untuk Percepat Penanganan Sedimentasi DAS Citarum dan Kurangi Risiko Banjir
Foto: (Sumber : Sebuah alat berat berupa excavator sedang membersihkan bantaran sungai di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan penambahan tiga ekskavator untuk mempercepat penanganan sedimentasi dan pemeliharaan sungai di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sebagai upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Pemkab Bandung Tambah Alat Berat untuk Penanganan Sungai

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penambahan alat berat itu akan diusulkan dalam perubahan anggaran dan digunakan bersama Satuan Tugas (Satgas) Sungai Citarum guna mendukung penanganan di setiap sektor.

“Kami berencana membeli tiga ekskavator yang akan diusulkan dalam perubahan anggaran. Nantinya alat tersebut bisa digunakan bersama oleh Satgas Sungai Citarum untuk membantu penyelesaian persoalan di setiap sektor,” ungkap Dadang Supriatna.

Ia menjelaskan kebutuhan alat berat semakin mendesak karena wilayah penanganan Sungai Citarum di Kabupaten Bandung terbagi menjadi tiga sektor yang mencakup total 23 kecamatan.

Menurutnya, ekskavator tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan normalisasi dan pengerukan sungai, tetapi juga untuk pemeliharaan berkelanjutan setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Upaya Menekan Dampak Banjir di Bandung Selatan

Langkah penambahan alat berat dilakukan di tengah upaya pemerintah menekan dampak banjir di Bandung Selatan setelah data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat lebih dari 34.497 jiwa terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum pada Desember 2025.

Selain itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menargetkan pelaksanaan normalisasi sungai, terutama di kawasan muara, pada akhir Juni 2026.

“Setelah pengerukan dan normalisasi selesai dilakukan, pemerintah juga harus mempersiapkan alat untuk pemeliharaan berkelanjutan. Dengan demikian kondisi sungai dapat tetap terjaga dan potensi banjir bisa terus diminimalkan,” ujarnya.

Dadang menambahkan penanganan banjir memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, BBWS Citarum, Satgas Sungai Citarum, dan unsur pentaheliks agar langkah yang dilakukan berjalan terarah serta berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan