HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kota Bandung Menggulirkan Program Padat Karya untuk Menyerap 8.600 Tenaga Kerja dan Menekan Pengangguran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Kota Bandung Menggulirkan Program Padat Karya untuk Menyerap 8.600 Tenaga Kerja dan Menekan Pengangguran
Foto: Sejumlah masyarakat saat mengikuti program padat karya di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 10/6/2026 (sumber: ANTARA/Rubby Jovan)

Pantau - Pemerintah Kota Bandung menggulirkan program padat karya dengan target menyerap 8.600 tenaga kerja sebagai upaya mengurangi tingkat pengangguran terbuka yang saat ini masih berada di kisaran 7,2 persen sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Program Padat Karya Jadi Solusi Sementara

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan pekerjaan sementara, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang belum memiliki pekerjaan.

“Program ini memang tidak memberikan pekerjaan permanen, tapi sangat penting untuk memberikan penghasilan sementara bagi warga yang belum bekerja. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat,” ungkap Farhan.

Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung terus mengembangkan berbagai strategi untuk menekan angka pengangguran melalui pelaksanaan program padat karya maupun penyediaan layanan informasi lowongan kerja secara daring dan luring.

“Pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga menyediakan akses dan informasi pekerjaan. Kami ingin menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha, sehingga peluang kerja semakin terbuka,” ujarnya.

Fokus pada Kebersihan Lingkungan Permukiman

Program padat karya tematik yang dijalankan pada tahun ini difokuskan pada kegiatan kebersihan lingkungan permukiman agar selain memberikan penghasilan sementara kepada masyarakat yang belum bekerja, juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

Pemerintah Kota Bandung berharap pelaksanaan program tersebut mampu menjadi penggerak roda perekonomian sekaligus menjadi solusi sementara yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Memberikan penghidupan yang layak adalah kewajiban kita bersama. Bukan hanya untuk pria kepala keluarga, tapi untuk siapa pun yang sedang berjuang demi penghasilan bagi keluarganya,” tegas Farhan.

Penulis :
Shila Glorya