HOME  ⁄  Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik
Foto: Ilustrasi - Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa 12/5/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu menguat 114 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.944 per dolar Amerika Serikat dari posisi sebelumnya Rp18.058 per dolar Amerika Serikat seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia.

Penguatan Rupiah Didorong Sentimen Positif dan Kebijakan BI

Muhammad Amru Syifa dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyatakan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh membaiknya sentimen pasar serta kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp18.190 per dolar AS pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia."

Menurut Amru, pergerakan rupiah masih berpotensi mengalami fluktuasi karena pasar terus mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik.

Ia menjelaskan, "Jika inflasi AS masih tinggi, dolar AS berpotensi menguat karena pasar akan memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang."

Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi minat terhadap aset berisiko.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai penting sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Kenaikan Suku Bunga Acuan Perkuat Kepercayaan Pasar

Dari sisi domestik, sentimen positif turut datang dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Langkah tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Amru mengatakan, "Hal ini terlihat dari penguatan rupiah setelah pengumuman kenaikan suku bunga. Selain itu, komunikasi aktif BI dengan investor global juga turut membantu menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan Indonesia."

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp17.971 per dolar Amerika Serikat dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp18.141 per dolar Amerika Serikat.

Penulis :
Leon Weldrick