HOME  ⁄  Ekonomi

Komisi VII DPR Menilai Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI Berpotensi Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Komisi VII DPR Menilai Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI Berpotensi Dongkrak Ekonomi Daerah dan UMKM
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana/aa..)

Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai penayangan Piala Dunia 2026 melalui TVRI berpotensi mendorong perputaran ekonomi di daerah sekaligus meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai kegiatan masyarakat selama turnamen berlangsung.

Momentum Piala Dunia Dinilai Gerakkan Aktivitas Ekonomi

Lamhot mengatakan ajang olahraga internasional seperti Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru hingga tingkat masyarakat.

“Piala Dunia bukan hanya peristiwa olahraga. Di banyak negara, termasuk Indonesia, ajang ini juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Menurutnya, akses siaran yang luas melalui TVRI membuka peluang penyelenggaraan kegiatan nonton bersama di berbagai daerah yang dapat meningkatkan permintaan terhadap produk dan jasa milik pelaku UMKM.

Ia menambahkan sektor kuliner berpotensi memperoleh manfaat langsung karena meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama penyelenggaraan turnamen.

“Setiap kegiatan nonton bersama pasti diikuti aktivitas konsumsi. Mulai dari makanan ringan, kopi, minuman, hingga berbagai produk kuliner lokal. Di sinilah UMKM mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.

Peluang bagi UMKM dan Industri Kreatif

Selain sektor makanan dan minuman, Lamhot menyebut penjualan atribut sepak bola seperti kaus, syal, bendera, dan produk bertema olahraga diperkirakan meningkat selama kompetisi berlangsung.

Pelaku usaha percetakan dan industri kreatif lokal juga dinilai dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan spanduk, baliho, dekorasi acara, kaus komunitas, hingga materi promosi kegiatan nonton bersama.

Menurutnya, penyedia jasa seperti layar LED, penyewaan proyektor, sistem tata suara, dokumentasi, dan penyelenggara acara lokal turut berpeluang menikmati dampak positif dari meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Ketika masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan, terjadi peningkatan konsumsi yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil dan menengah,” katanya.

Lamhot mendorong pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan melibatkan UMKM lokal agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan selama turnamen, tetapi juga memperluas jaringan pemasaran dan eksposur produk mereka.

“Jika dikelola dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan selama pertandingan berlangsung. UMKM bisa mendapatkan pelanggan baru, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan eksposur produk lokal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Penulis :
Aditya Yohan