
Pantau - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembelian telur ayam ras di tingkat peternak wajib mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram sebagai langkah melindungi peternak dari tekanan harga.
Pemerintah Kawal Penerapan Harga Acuan Pembelian
Amran menyampaikan bahwa HAP sebesar Rp26.500 per kilogram merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan peternak ayam petelur rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengatakan, "Merespons aspirasi peternak, harga acuan pembelian atau HAP di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram wajib dipatuhi dan akan dikawal oleh Satgas Pangan Polri."
Kementerian Pertanian akan mengirim surat imbauan kepada berbagai pihak dengan tembusan kepada Satgas Pangan Polri untuk memastikan pelaksanaan HAP berjalan efektif dan melindungi peternak dari potensi kerugian.
Pemerintah juga menyalurkan jagung melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk menekan biaya pakan serta mendorong peningkatan serapan telur oleh Badan Gizi Nasional melalui program Makan Bergizi Gratis dari satu kali menjadi tiga kali dalam sepekan.
Perlindungan Peternak dan Pengawasan Diperkuat
Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat melalui berbagai kebijakan pendukung.
Ia mengungkapkan, "Pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat mengalami kerugian akibat tekanan harga."
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peternak dengan mengatakan, "Kami apresiasi dan kami bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa bahkan ekspor ke negara lain."
Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso turut menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap HAP dengan menyatakan, "Tidak boleh ada lagi pembelian telur di bawah harga HAP Rp26.500. Kami sampaikan kepada seluruh peternak di seluruh Indonesia, apabila masih terjadi penekanan atau pembelian telur di bawah harga Rp26.500, segera laporkan kepada Badan Pangan Nasional."
- Penulis :
- Aditya Yohan





